Selasa, 06 Okt 2015 15:29 WIB

Kolom Dokter

Gizi Buruk, Faktor Risiko Terjadinya Rickets

dr Ledy Kumala Devi - detikHealth
Foto: dok. pribadi
Jakarta - Banyaknya kasus gizi buruk di Indonesia, terutama di Indonesia bagian Timur seperti Nusa Tenggara Timur ( NTT ), mengundang banyak reaksi. Kasus ini juga menyadarkan pemerintah bahwa masih ada masalah di wilayah tersebut. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri ikut turun tangan dan mengeluarkan jurus jitu untuk mengatasinya.

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, 210 bayi usia di bawah lima tahun (balita) di kota itu, terancam gizi buruk. Ancaman itu datang karena teridentifikasi status gizi berada pada zona bawah garis merah.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moelok menegaskan Indonesia tak seharusnya mengalami kasus gizi buruk. Apalagi tanah Indonesia sangat subur sehingga mampu menghasilkan makanan yang bergizi. Di tanah yang sesubur ini, nutrisi sangat melimpah. Tidak seharusnya Indonesia mengalami gizi buruk. Demikian kata Menkes.

Masih adanya daerah dengan gizi buruk di Indonesia tentu sangat memprihatinkan. Apalagi gizi buruk merupakan salah satu faktor risiko terganggunya pertumbuhan tulang dan dihubungkan dengan berbagai macam penyakit pada tulang, salah satunya adalah rickets.

Rickets disebabkan karena kekurangan vitamin D pada anak-anak. Ini terjadi bila pengerasan tulang pada anak-anak terhambat sehingga menjadi lembek. Selain kekurangan vitamin D, ketidakcukupan kalsium pada makanan juga bisa menyebabkan rickets.

Penyakit ini dapat terjadi pada orang dewasa dan disebut osteomalacia. Namun kasus kebanyakan terjadi pada anak-anak yang kelaparan dan menderita gizi buruk. Untuk diketahui, rickets banyak terjadi pada anak-anak di negara sedang berkembang, seperti di Indonesia.

Gejala rickets antara lain nyeri yang terjadi pada tulang, peningkatan tendensi retak tulang (tulang mudah retak), terutama pada Green stick. Terjadi pula perubahan rangka tulang, pada anak kecil yang baru bisa berjalan biasanya akan membungkung (Genu varus). Sedangkan pada anak-anak yang lebih tua, apabila diketuk maka lutut akan berbunyi (Genu valgus).  

Gejala lainnya adalah kelainan bentuk pada tengkorak, tulang belakang, dan panggul. Selain itu terjadi gangguan pertumbuhan, jumlah kalsium dalam darah rendah (hypocalcaemia), serta kekejangan pada otot di seluruh tubuh yang tak terkendalikan (tetany).

Pengobatan rickets dapat dilakukan dengan cara memberikan anak-anak makanan yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D seperti pada minyak hati ikan, minyak hati ikan cod yang mengandung vitamin D sebanyak 9 μg (360 IU) / 4 ml.

*) dr Ledy Kumala Devi adalah dokter umum yang bertugas di RS Kanker Dharmais.

(vit/vit)