Jumat, 16 Okt 2015 16:35 WIB

Foto-foto Ini Buktikan 'Jahatnya' Kecanduan Ponsel Bagi Tulang Belakang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock/nensuria Foto: Thinkstock/nensuria
Jakarta - Kecanduan ponsel di kalangan remaja berdampak buruk bagi tulang belakang. Kondisi yang populer dengan sebutan 'text neck' ini juga berdampak ke seluruh tubuh.

Seorang pakar tulang belakang di New South Wales, Dr James Carter mengungkap adanya pengkatan jumlah kasus yang dinilainya sudah sangat serius. Dari kasus-kasus yang ditanganinya, 50 persen diderita oleh anak remaja usia sekolah.

Tidak hanya memicu kerusakan struktur tulang belakang, mulai dari punggung hingga leher, 'text neck' juga memicu gangguan psikologis seperti depresi dan kegelisahan. Menurut Dr Carter, tekanan abnormal pada tulang belakang berpengaruh pada pelepasan hormon bahagia yakni endorfin.

"Kondisi ini disebut 'text neck' karena disebabkan oleh kebiasaan menundukkan kepala saat memelototi ponsel selama beberapa jam sekaligus," kata Dr Carter, dikutip dari Dailymail, Jumat (16/10/2015).

Baca juga: Begini Akibatnya Kalau Remaja Bandel Main Gadget Seharian 



Penelitian menunjukkan bahwa pengguna ponsel menghabiskan waktu 4 jam sehari untuk memelototi gadget. Ini berarti hampir 1.400 jam dalam setahun, kepala tertunduk dan leher mengalami cedera karena menahan beban berlebih.

Normalnya, kepala manusia punya bobot sekitar 4-5 kg. Namun saat menunduk dengan sudut 15 derajat, leher menanggung beban setara 12,25 kg. Bahkan, beban di leher bisa mencapai 27 kg jika menunduk lebih rendah yakni pada sudut 60 derajat.

Dampaknya, menurut Dr Carter akan sangat menyiksa tulang punggung. Mantan gubernur Australian Spinal Research Foundation ini menyebut tulang punggung bisa bergeser hingga 4 cm. Kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi ini tak jarang butuh operasi untuk membetulkannya.

Sudut yang tidak normal tersebut juga berdampak pada sistem saraf, lalu berpengaruh juga pada fungsi berbagai organ seperti jantung dan paru-paru. Pelepasan hormon bahagia seperti endorfin juga terganggu sehingga penderitanya lebih rentan mengalami depresi.



Untungnya, pada anak muda kerusakan tersebut bisa diminimalkan dengan olahraga teratur serta menerapkan gaya hidup sehat. Dr Carter juga menyarankan untuk tidak memakai ponsel sambil tiduran, dan sebaiknya menempatkan layar monitor sejajar dengan mata agar tidak perlu menunduk.

Baca juga: Tes Sederhana Ini Bisa Tunjukkan Apakah Anda Kecanduan Ponsel atau Tidak  (up/up)