Sabtu, 17 Okt 2015 11:52 WIB

15 Menit Menjadi Tunanetra Bikin Ibu Ini Terisak Haru

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: AN Uyung Pramudiardja Foto: AN Uyung Pramudiardja
Jakarta - Siri Syamroh tak sanggup berkata-kata, matanya sembab menahan isak. Tak terbayang sebelumnya bagaimana anak kelimanya, Fatur menjalani hidup sebagai tunanetra.

Perempuan asal Ciputat, Tangerang ini baru saja menjalani simulasi menjadi tunanetra. Dengan memakai blindfold atau penutup mata, ia dipandu dengan isyarat lisan dari relawan Yayasan Mitra Netra untuk mengelilingi Lapangan Randu, di kawasan Kebun Raya Bogor.

"Kiri Bu, kanan sedikit.. Lurus, terus masih jauh," kata seorang relawan, yang memandu outing class untuk anak tunanetra dan para orang tua, di Kebun Raya Bogor, Sabtu (17/10/2015).

Tentu tidak mudah bagi Siti. Meski sudah menggunakan tongkat putih sebagai alat bantu, sesekali ia menabrak peserta lain. Kadang-kadang, ia tersandung meja kursi. Ia bukan Fatur, anaknya yang tunanetra dan sangat mengandalkan informasi naratif dari orang di sekitarnya.

"Ternyata susah juga. Tahu begini nggak saya marahi, kadang kalau jalannya lambat saya suka nggak sabar," sesal Siti tak kuasa menahan isak.

Baca juga: Kasus Gigi Goyah dan Berlubang Banyak Ditemukan di Masyarakat Miskin

Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Netra, H Bambang Basuki menyebut simulasi ini sebagai proses sensitizing. Tujuannya, mengajak orang tua dari anak-anak dengan tunanetra untuk memahami kondisi buah hatinya.

"Ini juga untuk menumbuhkan empati. Untuk bisa mendampingi anak tunanetra dengan baik, orang tua butuh empati," kata Bambang.

Anita Ratnasari Tanjung memberikan penyuluhan kepada 50 anak tunanetra (Foto: AN Uyung Pramudiardja)

Outing Class untuk tunanetra yang digelar Yayasan Mitra Netra di Kebun Raya Bogor ini juga bekerja sama dengan CT Arsa Foundation. Sebanyak 50 anak tunanetra didampingi orang tua masing-masing tampak antusias mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dari para dokter relawan.

(up/lll)
News Feed