Kuteks dengan Kandungan Zat Kimia Ini Bisa Bahayakan Kesehatan

ADVERTISEMENT

Kuteks dengan Kandungan Zat Kimia Ini Bisa Bahayakan Kesehatan

Sharon Natalia - detikHealth
Kamis, 22 Okt 2015 15:18 WIB
Foto: Thinkstock/Flufi
Jakarta - Merawat penampilan tubuh dari atas kepala sampai ujung kaki lumrah menjadi hal yang digemari wanita. Mulai dari gaya rambut, gaya berpakaian, sampai warna kuku yang disenadakan dengan warna baju pun bukan hal yang asing dijumpai.

Tapi, apakah Anda tahu bahwa selain dapat mempercantik penampilan seseorang, pewarna kuku atau kuteks ternyata juga berbahaya bagi tubuh, jika penggunaannya sembarangan. Dikutip dari Fox News, Kamis (22/10/15), berdasarkan studi yang dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG) dari Duke University, mewarnai kuku dengan kuteks tertentu bisa menyebabkan terlepasnya bahan kimia endokrin yang berbahaya.

Baca juga: Beragam Penyebab Kuku Menguning : Kuteks Hingga Infeksi Jamur

Nah, bahan kimia endokrin tersebut bisa menganggu organ dalam tubuh. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa wanita yang mengecat kuku dengan produk cat kuku yang mengandung triphenyl phosphate (TPHP) memiliki metabolit kimia dalam tubuh mereka 10 sampai 14 jam setelah mengecat kuku.

"Selain itu, kadar diphenyl phosphate (DPHP) yang terbentuk ketika tubuh memetabolisme TPHP, meningkat hampir tujuh kali lipat. Ini merupakan masalah yang serius, cat kuku yang dijual kepada wanita dan remaja ternyata mengandung bahan kimia endokrin yang berbahaya," ucap Johanna Congleton, PhD, MSPH, salah satu peneliti senior di EWG.

"Ini bahkan lebih mengagetkan ketika mengetahui dan menemukan bahwa tubuh mereka menyerap bahan berbahaya itu dengan cepat setelah mengoleskan kuteks pada kuku," tambahnya.

Untuk memperkuat studi mereka, para peneliti melakukan tes pada 10 produk pewarna kuku untuk mengetahui apakah produk tersebut mengandung TPHP. Hasilnya, ditemukan bahwa delapan dari sepuluh produk ternyata mengandung TPHP. Menurut data dari Skin Deep Cosmetic EWG, lebih dari 1.500 produk pewarna kuku mengandung TPHP. Studi laboratorium sebelumnya juga menunjukkan bahwa TPHP menyebabkan gangguan endokrin.

Bahkan, studi pada hewan menunjukkan bahan kimia ini bisa menyebabkan masalah reproduksi dan perkembangan. Baru-baru ini, sebuah penelitian menemukan bahwa TPHP dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. TPHP kemungkinan digunakan sebagai plasticizer dalam cat kuku untuk membuatnya lebih fleksibel dan tahan lama. TPHP juga digunakan untuk pembuatan plastik dan juga sebagai penghambat api pada furnitur berbahan busa.

"Ada kemungkinan bahwa TPHP digunakan dalam cat kuku sebagai pengganti phthalates, yang juga memiliki bahan kimia endokrin yang berbahaya, dan merupakan racun bagi sistem reproduksi. Namun, sangat tidak benar jika TPHP dianggap alternatif yang lebih baik. Bahkan ada bukti yang menunjukkan bahwa TPHP dapat memengaruhi hormon regulasi, metabolisme, reproduksi dan pengembangan," jelas Prof Heather Stapleton, PhD dari Duke University.

Baca juga: Tak Harus 'Meni-Pedi', Merawat Kuku Bisa Dilakukan Sendiri

(rdn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT