Persoalannya, sebagian besar pengobatan kanker malah memunculkan efek samping yang merugikan, yaitu memicu kerusakan pada sel-sel sehat di sekitarnya.
Hal ini menginspirasi peneliti dari The Scripps Research Institute (TSRI), Los Angeles untuk mengembangkan pengobatan baru, yaitu mengubah sel kanker menjadi sel yang tak hanya sehat tetapi juga mampu membunuh sel tumor lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antibodi ini dapat mengaktifkan reseptor sel yang ada pada sel sumsum tulang, sehingga sel yang semula belum matang menjadi 'bertambah dewasa', bahkan berubah menjadi sel yang sangat spesifik seperti sel otak dan sel saraf," jelas ketua tim peneliti, Richard A Lerner.
Baca juga: Ini Tomoterapi, Terapi Radiasi Pembasmi Sel Kanker yang Lebih Akurat
Dari situ Richard dan timnya terpikir untuk mencari tahu apakah metode yang sama dapat digunakan untuk 'mengubah' sel sumsum tulang yang telah menjadi kanker (pemicu leukemia) menjadi sel yang sama sekali sehat.
Untuk membuktikan teori mereka, Richard memutuskan menguji antibodi tersebut dengan mengaplikasikannya pada sel sumsum tulang yang sehat dan sel pemicu kanker darah.
Ketika diaplikasikan pada sel sehat, antibodi tersebut berhasil mengubah sel ini menjadi platelet darah yang menghasilkan sel (megakaryocytes). Sebaliknya, saat diaplikasikan pada kultur sel acute myeloid leukemia yang diambil dari pasien manusia, sel kanker itu berubah menjadi sel dendritik, yang memiliki fungsi krusial dalam sistem kekebalan tubuh manusia.
Bahkan makin lama dipapari, sel yang tadinya berupa sel kanker itu menjadi semakin 'dewasa' dan menjadi sekelompok sel yang sangat mirip dengan sel pembunuh alami (natural killer cell).
Dalam sistem kekebalan manusia, sel pembunuh alami ini mampu menyerang patogen dan tumor berbahaya dengan cepat, meskipun keduanya tidak memperlihatkan biomarker yang umumnya dapat diidentifikasi sel imun lainnya. "Ini suatu kemajuan yang luar biasa, antibodi itu dapat mengubah sel leukemia menjadi berbagai jenis sel lain, tak terkecuali sel pembunuh alami," ungkap Richard seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (28/10/2015)
Sejauh ini peneliti menemukan bahwa sel-sel yang telah diubah menjadi sel pembunuh tadi dapat menghanguskan 15 persen sel kanker pada kultur sel leukemia. Dan antibodi ini benar-benar hanya berpengaruh pada sel kanker, bukan sel sumsum tulang yang masih sehat.
Akan tetapi sel-sel ini hanya dapat menyerang sel kanker yang sejenis atau dulu pernah menjadi 'teman-temannya'. Mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk menyerang sel kanker jenis lainnya. "Ini artinya kinerja mereka lebih spesifik, dan efek samping yang dihasilkan juga lebih sedikit, meskipun kalau diujikan pada sel kanker lain seperti kanker payudara, sel-sel pembunuh alaminya mungkin tidak berguna," jelas Richard.
Kini Richard disibukkan untuk mencari tahu bagaimana kinerja antibodi misterius tersebut. Namun dalam waktu dekat, ia dan timnya sudah menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan farmasi untuk melangsungkan percobaan klinis dengan antibodi ini, mengingat potensinya yang luar biasa.
Baca juga: Imunoterapi Vs Kemoterapi, Lebih Baik Mana? (lll/up)











































