Studi: Pasien Alzheimer Lebih Sering Terbangun dan Terjaga di Malam Hari

Studi: Pasien Alzheimer Lebih Sering Terbangun dan Terjaga di Malam Hari

Sharon Natalia - detikHealth
Senin, 02 Nov 2015 13:01 WIB
Studi: Pasien Alzheimer Lebih Sering Terbangun dan Terjaga di Malam Hari
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal penyakit Alzheimer, perubahan kimia dalam sel-sel otak yang disebabkan oleh gangguan tidur karena jet lag dapat menyebabkan Alzheimer. Umumnya, banyak lansia yang menyadari perubahan dalam tidur mereka, namun gangguan ini lebih sering terjadi dan cenderung lebih parah pada pasien Alzheimer.

Masalah tidur yang memengaruhi orang dengan penyakit Alzheimer meliputi ketidakmampuan untuk tidur dan perubahan jadwal tidur. Pasien dengan Alzheimer biasanya terbangun lebih sering dan tetap terjaga lebih lama di malam hari. Studi gelombang otak menunjukkan ketika keadaan itu terjadi, maka terdapat penurunan baik dalam tahap tidur bermimpi dan tidur yang tidak bermimpi.

Pasien Alzheimer akan merasa mengantuk di siang hari tetapi tidak dapat tidur di malam hari, dan mereka lebih mungkin merasa lelah dan gelisah di sore hari. Para ahli memperkirakan bahwa pasien Alzheimer tahap akhir menghabiskan sekitar 40 persen malam mereka terjaga dan tertidur pada siang hari. Beberapa orang bahkan mengalami pembalikan pola tidur sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah kurang tidur dapat mempercepat penyakit Alzheimer atau sebaliknya, memang masih belum bisa dipastikan. Namun, beberapa penemuan saat ini menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat mempercepat kehilangan memori. Seperti diketahui, tidur yang terganggu dapat menurunkan kinerja dalam mengerjakan tugas.

Baca juga: Akibat Kurang Tidur, 6 Penyakit Seram Menanti

Dikutip dari Medical News Today, Senin (2/11/2015), para peneliti dari University of California-Irvine (UCI) telah melakukan penelitian pada tikus yang menunjukkan bahwa ritme sirkadian yang mengubah gangguan tidur dalam siklus siang-malam tubuh menyebabkan masalah memori dan perubahan kimia dalam otak.

Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor teknis biomedis dari UCI, profesor Gregory Brewer berharap aplikasi klinis dari temuan ini dapat lebih menekankan pada pengelolaan kebiasaan tidur pasien Alzheimer dan orang-orang dengan gangguan kognitif ringan. Dalam penelitian  lebih lanjut, jet lag ditemukan sebagai penyebab penurunan tingkat glutathione dalam sel-sel otak.

Glutathione adalah antioksidan utama yang membantu mencegah kerusakan komponen seluler penting. Kekurangan glutathione dapat menyebabkan perubahan redoks dalam sel-sel otak. Reaksi redoks melibatkan transfer elektron, yang mengarah pada perubahan dalam keadaan oksidasi atom dan dapat memengaruhi metabolisme otak dan peradangan.

Penelitian menemukan bahwa obat tidur pada umumnya tidak meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan untuk lansia. Justru beberapa obat tidur dapat menyebabkan efek samping yang serius.

"Studi ini menunjukkan bahwa dokter dan perawat harus menanamkan kebiasaan tidur yang baik, olahraga secara teratur dan diet yang sehat untuk memaksimalkan memori yang baik," jelas profesor Brewer.

Ada beberapa cara alami tanpa obat-obatan yang dapat membantu pasien Alzheimer untuk dapat tertidur:

1. Makan dan tidur dengan tepat waktu.
2. Olahraga dengan tertatur sehari-hari, tetapi jangan dilakukan 4 jam sebelum jam tidur.
3. Pastikan kamar tidur memiliki lampu yang gelap dan suhu yang nyaman.
4. Jangan tinggal di atas tempat tidur saat terjaga, gunakan tempat tidur hanya untuk tidur.

Baca juga: Tips Sederhana Agar Mata Mudah Terpejam dan Bisa Tidur Nyenyak Malam ini (rdn/up)

Berita Terkait