Studi Ini Sebut Stimulasi Otak Bisa Kontrol Nafsu Makan

ADVERTISEMENT

Studi Ini Sebut Stimulasi Otak Bisa Kontrol Nafsu Makan

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Senin, 09 Nov 2015 16:35 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga dan menjaga pola makan merupakan cara ideal untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas. Namun peneliti mengatakan stimulasi otak juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian dari Amerika Serikat menemukan cara baru untuk menurunkan berat badan pada pengidap obesitas. Caranya dengan memberikan stimulasi otak untuk mengatur nafsu makan.

"Stimulasi otak ini akan menjadi alat yang berguna untuk memodifikasi aktivitas korteks prefrontal, sehingga akan menunjukkan pentingnya proses mental dalam pengembangan dan pengobatan obesitas," ujar Marci Gluck, pemimpin penelitian sekaligus peneliti di Nation Institutes of Health, Amerika Serikat, dikutip dari Health, Senin (9/11/20115),

Baca Juga: Agar Terhindar Risiko Diabetes, Biasakan Bawa Bekal dari Rumah https://health.detik.com/read/2015/11/09/120203/3065670/763/agar-terhindar-risiko-diabetes-biasakan-bawa-bekal-dari-rumah?l992205755

Dalam tahap pertama, penelitian ini melibatkan sembilan orang dewasa yang mengalami obesitas. Mereka dibagi kedalam tiga sesi stimulasi otak dan setelah menyelesaikan sesi tersebut, para peserta akan diperbolehkan untuk makan dan minum yang mereka inginkan. Percobaan ini juga diulang kembali selama sembilan hari.

Riset tersebut menemukan pria dan wanita yang mendapatkan stimulasi otak mengkonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang tidak. Sedangkan yang mendapatkan stimulsi palsu makan dengan kalori yang sama dan tak mengalami penurunan berat badan.


Sayangnya ukuran studi ini sangat kecil sehingga diperlukan riset lagi sebelum menarik kesimpulan yang solid dari studi.

Baca Juga: Pasien Harus Mendapatkan Edukasi Tentang Diabetes  https://health.detik.com/read/2015/11/05/070009/3062476/763/pasien-harus-mendapatkan-edukasi-tentang-diabetes

Selain itu, studi sebelumnya membuktikan  aktivitas tingkat rendah di otak yang disebut dorsolateral profrontal cortex bagian kiri (LDLPFC) terjadi pada kalangan orang gemuk dibandingkan dengan orang langsing. Daerah itu yang menghubungkan rasa, proses reward, dan mengatur perilaku. Para peneliti percaya aktivitas itu yang mungkin mempengaruhi perilaku dan pilihan makan pada orang obesitas.

"Tujuan dari studi ini adalah melihat bila peningkatan aktiviasi LDLPFC akan menurunkan asupan makanan dan minuman yang akan mengakibatkan penurunan berat badan," lanjut Marci.

"Perlu ada penelitian yang lebih besar untuk membuktikannya, namun hasil awal telah menemukan stimulasi otak dan daerah otak LDLPFC yang berhubungan dengan intervensi obesitas," tutupnya. (mrs/mrs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT