Perlahan Tapi Pasti, Angka Kematian Ibu di Seluruh Dunia Turun

Perlahan Tapi Pasti, Angka Kematian Ibu di Seluruh Dunia Turun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 14 Nov 2015 09:09 WIB
Perlahan Tapi Pasti, Angka Kematian Ibu di Seluruh Dunia Turun
Foto: thinkstock
Jenewa - Perlahan tapi pasti angka kematian ibu hamil di seluruh dunia mengalami penurunan. Seperti halnya yang dilaporkan Badan Kesehatan Dunia baru-baru ini.

Dalam hasil survei terbaru terungkap bahwa angka kematian ibu akibat komplikasi saat kehamilan atau maksimal enam minggu pasca persalinan di dunia telah menurun sebanyak 44 persen dalam kurun 25 tahun terakhir, atau mencapai angka 532.000 kasus di tahun 1990 hingga tinggal 303.000 kasus saja di akhir tahun ini.

Asia Timur merajai survei ini dengan rasio penurunan angka kematian yang tinggi, dari yang semula 95 menjadi 27 kematian tiap 100.000 kelahiran. Sedangkan rerata globalnya 216 kasus kematian per 100.000 kelahiran, dari yang semula mencapai 385 kasus di tahun 1990. Demikian seperti dikutip dari situs WHO, Sabtu (14/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Andalkan Teknologi, Angka Kematian Ibu Ditekan Melalui Aplikasi Ponsel

Kendati begitu, Dr Lale Say, koordinator bidang riset dan kesehatan reproduksi Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, angka ini belum menunjukkan hasil yang diinginkan.

Tercatat hanya 39 negara yang dilaporkan mengalami 'kemajuan signifikan' ini. Namun Badan Kesehatan Dunia juga mengungkap total hanya 9 negara saja yang benar-benar mencapai target PBB, yaitu sedikitnya 75 persen (1990-2015).

Ke-9 negara tersebut adalah Bhutan, Cabo Verde, Kamboja, Iran, Laos, Maladewa, Mongolia, Rwanda, dan Timor Leste. Menariknya, kesembilan negara ini termasuk ke dalam negara berkembang. Padahal Badan Kesehatan Dunia juga memperkirakan sampai akhir tahun ini, 99 persen angka kematian ibu di penjuru dunia masih didominasi oleh negara berkembang, khususnya di negara-negara kawasan Afrika Sub-Sahara.

Di kawasan ini, angka kematian ibunya mencapai 2 dari 3 kasus kematian (66 persen). Meski begitu, angka tersebut sudah menunjukkan adanya penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 45 persen. Dari yang semula 987 hingga tinggal 546 per 100.000 kelahiran dalam kurun 1990-2015.

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan untuk Menekan Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

Dengan temuan ini, Badan Kesehatan Dunia menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapai target MDG's (Millenium Development Goals) yang seharusnya berakhir di tahun ini, yakni 118 kasus kematian per 100.000 kelahiran. Namun diakui, keberadaan MDG's ini telah memecut sejumlah negara untuk turun tangan menangani persoalan pelik tersebut.

"Banyak negara yang angka kematiannya masih tinggi, artinya progress-nya kecil sekali. Kalau kita tidak menambah jumlah bidan atau meningkatkan skill mereka, dalam 15 tahun ke depan target kita tidak akan tercapai lagi," timpal Dr Babatunde Osotimehin, Direktur Eksekutif UNFPA.

Badan Kesehatan Dunia menargetkan akan mengurangi rasio kematian ibu secara global hingga tinggal 70 per 100.000 kelahiran di tahun 2030 mendatang. (lll/up)

Berita Terkait