Orang yang Merasa Kurang Sehat Lebih Gampang Sakit

Orang yang Merasa Kurang Sehat Lebih Gampang Sakit

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 16 Nov 2015 08:35 WIB
Orang yang Merasa Kurang Sehat Lebih Gampang Sakit
Foto: Getty Images
Jakarta - Di musim pancaroba seperti sekarang ini, pilek ataupun selesma menjadi penyakit yang mudah sekali ditemukan. Sakit selesma tidak semata-mata menular karena virus yang dilontarkan rekan sebelah meja Anda di kantor lho. Ada sebab lain mengapa seseorang lebih rentan terkena selesma. Apa itu?

Sebuah studi psikologi mengindikasikan rendahnya penilaian kesehatan seseorang pada dirinya sendiri dihubungkan dengan sistem imunitas yang lebih buruk. Mereka yang merasa kondisi kesehatan dirinya rendah lebih rentan terkena selesma.

Studi melibatkan 360 orang sehat berusia 18-55 tahun. Penelitian dilakukan oleh peneliti dari Carnegie Mellon University dan dipublikasikan di Psychosomatic Medicine, demikian dikutip pada Senin (16/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para responden diminta untuk menilai kesehatan dirinya sendiri dengan: luar biasa, sangat baik, baik, biasa saja, dan buruk. Setelah itu, mereka dipapar virus penyebab selesma. Peneliti memonitor para peserta selama lima hari untuk mencari tahu apakah mereka terkena selesma. Ternyata sepertiga peserta terkena selesma.

Baca juga: Banyak Orang Tetap Bekerja Meski Tak Enak Badan, Ini Alasan Sebenarnya

Dari investigasi diketahui mereka yang menilai kesehatannya sangat baik, baik, dan biasa saja ternyata dua kali lebih mungkin terkena selesma ketimbang peserta yang menilai keadaan kesehatannya luar biasa. Sehingga diyakini seseorang bisa memprediksi dengan baik bagaimana tubuhnya bereaksi setelah terpapar selesma.

Peneliti percaya penilaian kesehatan diri sendiri bisa berdampak apakah seseorang akan sakit atau tidak setelah terpapar virus penyebab selesma. Usai menilai kesehatan diri dan dipapar virus, rupanya manusia akan 'menyetel' tubuhnya menjadi lebih peka terkait sensasi, perasaan dan gejala terkait penyebab penyakit tertentu.

Peserta penelitian yang percaya dirinya memiliki kekebalan tubuh yang kuat yakin bisa mengatasi gejala selesma yang muncul. Sedangkan mereka yang kurang yakin dengan kondisi kesehatan tubuhnya dalam melawan virus, cenderung 'menyerah' sehingga benar-benar terjangkit selesma.

Peneliti berangkat dari teori psikologi 'pengembangan sosioemosional' yang menunjukkan orang dipengaruhi keyakinan tidak akan sakit maka benar-benar tidak sakit. Sebaliknya, orang-orang yang percaya bahwa mereka akan sakit, ternyata benar-benar jadi sakit.

Baca juga: Kena Flu? Kenali Sebab dan Cara Mengatasinya

Penilaian kesehatan diri sendiri yang buruk, ujar salah satu peneliti bernama Prof Sheldon Cohen, ternyata bisa memprediksi kondisi kesehatan yang buruk juga. Termasuk juga peningkatan risiko kematian.

"Hubungan ini masih signifikan bahkan setelah memperhitungkan indikator kesehatan yang objektif seperti uji fisik, catatan medis dan rawat inap," terang Prof Cohen.

Namun peneliti masih belum yakin apakah kondisi ini terjadi semata karena seseorang yakin dirinya akan sakit, karena sistem imunitas yang memang lemah, atau karena gabungan keduanya. (vit/vit)

Berita Terkait