Perbaiki Sanitasi, Pendeta Ini Bikin Popok Daur Ulang untuk Bayi di Haiti

Perbaiki Sanitasi, Pendeta Ini Bikin Popok Daur Ulang untuk Bayi di Haiti

Sharon Natalia - detikHealth
Selasa, 17 Nov 2015 07:40 WIB
Perbaiki Sanitasi, Pendeta Ini Bikin Popok Daur Ulang untuk Bayi di Haiti
Foto: Thinkstock
Haiti - Michael Wahl (40), adalah seorang pendeta misionaris yang mempunyai tugas untuk memastikan masyarakat di dunia hidup sehat dan sanitasi.

Sebagai bagian dari pekerjaannya, ia membantu mendirikan sistem penyaringan air di beberapa bagian termiskin di Haiti, di mana tidak ada air yang mengalir maupun kamar mandi. Selama di Haiti, ia mulai memperhatikan satu kebiasaan masyarakat yang menarik perhatiannya.

"Seorang ibu memegang bayi yang telanjang, dan membungkuk untuk mengangkat kotoran dengan tangannya lalu melemparkannya ke halaman luar rumah setelah selesai membuang hajat di tangan ibunya," jelas Wahl seperti dikutip dari Fox News, Selasa (17/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini bukanlah kasus yang pertama dilihatnya. Wahl tahu bahwa usahanya untuk membawa air bersih akan diperdebatkan jika kemiskinan ekstrem ini membawa orang dekat dengan kotoran manusia.

dr Joseph Rahimian, spesialis penyakit menular menjelaskan bahwa ada berbagai macam penyakit mematikan, bakteri dan parasit yang dapat ditularkan melalui kontak dengan tinja. Dengan adanya sesuatu yang dapat mengurangi penularan penyakit tersebut akan sangat bermanfaat.

Baca juga: Bayi Perempuan Asal Bangladesh Ini Lahir dengan 2 Kepala

Mengetahui hal ini, Wahl berpikir ia harus melakukan sesuatu hal untuk membantu mencegah penyakit yang dapat dengan mudah dihindari. Akhirnya ia menemukan solusi sederhana, yaitu popok untuk bayi. Namun eksekusinya akan terbukti menjadi jauh lebih sulit.

Popok sekali pakai yang dijual di Haiti terlalu mahal dan tanpa adanya departemen sanitasi yang layak akan sulit karena tidak ada tempat untuk membuangnya. Setelah melakukan penelitian, Wahl bersama istri, Starla, dan rekan-rekannya memutuskan untuk membuat DriButt, yaitu sebuah popok bernapas tanpa bakteri.

"Popok ini terbuat dari bahan atletik Dri-Fit, salah satu yang kita gunakan adalah campuran polyester spandex untuk kulit luar dan lapisan polyester untuk kulit bagian dalam," jelas Starla.

Nantinya, keluarga di Haiti akan diajarkan untuk mencuci popok dengan sabun dan air lalu dijemur sampai 40 menit hingga popok kering. Lalu kotoran dan limbah harus dibuang di jamban ataupun dikubur.

dr Rahimian mengatakan bahwa informasi ini sangatlah penting karena tanpa mengetahui bagaimana cara membuang limbah dan popok dengan benar, usaha Wahl akan menjadi sia-sia.

Baca juga: Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi, Perlukah Ingus Disedot Orang Tuanya? (rdn/vit)

Berita Terkait