"Ayahnya yang jadi donor, masuk jam 07.30 pagi. Battar menyusul jam 08.00, diperkirakan selesai jam 8-10 malam," kata Slamet Widodo, relawan dari Yayasan Portalinfaq yang mendampingi Battar selama berobat di RS Cipto Mangunkusumo, saat dihubungi detikHealth, Minggu (29/11/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi Battar menjalani rawat jalan di RSCM dengan dugaan atresia bilier. Sejak usia 1 bulan, bayi mungil ini mengalami masalah dengan fungsi hati. Tubuhnya menguning, perutnya buncit dan kulitnya menghitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang ayah, Sutriyono alias Tri yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir truk sudah sejak awal menyampaikan niatnya untuk menjadi donor hati. Namun operasi pencangkokan tidak serta merta bisa dilakukan. Tri dan Battar harus menjalani serangkaian screening untuk memastikan organnya cocok.
Baca juga: Pria-pria Tangguh Ini Rela Hatinya Dipotong Demi Bayinya
![]() |
Setelah melewati berbagai tahapan dan persyaratan fisik, Tri dan Battar akhirnya naik ke meja operasi. Satu tahapan penting terlewati, namun rangkaian pengobatan untuk bayi Battar belum berakhir sampai di sini.
"Seumur hidup, nantinya Battar akan butuh pengobatan agar hati barunya berfungsi dengan baik," kata Slamet.
Sebagian biaya operasi Battar memang ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), namun ada beberapa jenis obat dan pemeriksaan yang harus ditanggung sendiri dan biayanya mencapai ratusan juta rupiah. Tri, yang selama di Jakarta juga harus menghidupi istri dan 2 anaknya, masih mengandalkan uluran tangan para donatur.
Pembaca yang tergerak untuk membantu Battar bisa menyalurkan bantuan ke nomor rekening 0200946031 (BCA) atas nama Sutriyono.
Baca juga: Diduga Atresia Bilier, Anak Sopir Fuso dari Lampung Selatan Dirawat RSCM (up/up)












































