Otaknya Lebih Cepat Tua, Pria Jadi Lebih Riskan Terserang Parkinson

Otaknya Lebih Cepat Tua, Pria Jadi Lebih Riskan Terserang Parkinson

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 30 Nov 2015 08:04 WIB
Otaknya Lebih Cepat Tua, Pria Jadi Lebih Riskan Terserang Parkinson
Foto: Thinkstock
Szeged, Hungaria - Secara umum, pria berpeluang dua kali lebih besar untuk terkena Parkinson, penyakit pada saraf yang mengakibatkan penderitanya sering mengalami tremor atau gangguan fungsi motorik lain.

Namun sebelumnya tak banyak yang tahu mengapa pria lebih 'apes' terkena penyakit ini ketimbang wanita. Hingga akhirnya tim peneliti dari University of Szeged, Hungaria berhasil mengungkapnya.

Untuk mendapatkan jawabannya, peneliti membandingkan hasil scanning otak 53 pria dan 50 wanita. Usia mereka rata-rata baru 32 tahun, dengan usia partisipan termuda adalah 21 tahun dan tertua 58 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengenal Deep Brain Stimulation, Terapi Khusus untuk Pengidap Parkinson 

Ternyata dari situ terlihat adanya perbedaan struktur pada otak mereka, terutama pada bagian yang disebut subkortikal atau lebih dikenal dengan 'area abu-abu'. Ini adalah bagian otak yang berperan penting dalam mengatur pergerakan tubuh, serta memproses emosi.

Seiring dengan pertambahan usia, rupanya 'area abu-abu' pada pria akan menua atau mengalami penurunan fungsi lebih cepat ketimbang pada wanita. Bahkan volume bagian tersebut juga menyusut lebih cepat, sehingga pria jadi lebih rentan terserang Parkinson.

"Perbedaan ini terlihat sangat mencolok, dan membuktikan adanya keterkaitan yang kuat antara jenis kelamin dan penuaan otak," simpul peneliti seperti dikutip dari jurnal Brain Imaging and Behaviour, Senin (30/11/2015).

Kebetulan perubahan struktur subkortikal pada otak juga seringkali dikatakan identik dengan sejumlah gangguan neuropsikiatri seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) maupun Parkinson.

Baca juga: Wow, Janda Ini Bisa Cium 'Aroma' Gejala Parkinson dari Tubuh Suaminya 

dr Frandy Susatia, SpS dari Parkinson and Movement Disorder Center, RS Siloam Kebun Jeruk menjelaskan bahwa tremor pada pasien Parkinson berbeda dengan tremor biasa.

"Kalau parkinson itu tremornya ketika sedang istirahat. Disebutnya rest tremor. Lagi diem gitu tangannya terus tremor, nah itu baru gejala parkinson," tutur dr Frandy.

Selain tremor, ada beberapa gejala khas lain dari Parkinson, di antaranya kekakuan anggota tubuh, gerakan lamban dan gangguan keseimbangan. (lll/up)

Berita Terkait