"Pemindaian Magnetic resonance imaging (MRI) terbaru di otak menunjukkan tidak ada bintik-bintik kanker yang lama maupun yang baru. Tapi saya akan terus mendapat perawatan imunoterapi pembrolizumab selama tiga pekan secara reguler," ujar Carter dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN dan ditulis pada Senin (7/12/2015).
Pengumuman terkait kesehatan Carter pertama kali dilaporkan oleh Atlanta Journal-Constitution. Nah, Carter sendiri mengumumkan perihal kondisinya secara langsung dalam sebuah kelas di Sekolah Minggu yang digelar di Maranatha Baptist Church, Plains, Georgia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Di Stadium Lanjut, Melanoma Bisa Menyebar Hingga Otak
dr Leonard Lichtenfeld, wakil kepala medis dari American Cancer Society saat dihubungi menjelaskan melanoma metastatik adalah penyakit serius yang berpotensi mengancam nyawa. Nah, terkait kondisi Carter yang kemudian dinyatakan bebas kanker, apakah ini keajaiban medis?
"Sejak awal saya punya firasat yang baik terkait prognosisnya. Pertama, paramedis bisa mengontrol lesi yang terlihat. Tidak banyak lesi yang tersebar di tubuh dan mereka bisa menangani lesi yang ada dengan radiasi dan pembedahan. Ini menjadikannya memiliki prognostik yang lebih baik ketimbang pasien lain yang juga memiliki melanoma metastatik," tutur dr Lichtenfeld yang mengikuti perkembangan kesehatan Carter.
Sebelumnya, dokter mendeteksi adanya lesi yang sangat kecil di otak. Pendeteksian lesi ini, sambung dr Lichtenfeld, merupakan bukti kecanggihan teknologi yang dimiliki manusia saat ini. Dokter dan pasien sangat terbantu dengan teknologi tersebut, karena bisa melakukan tindakan yang hasil positifnya bisa dilihat saat ini: tak ada tambahan lesi di tubuh Carter.
"Ditambah lagi ada pemberian imunoterapi, ini juga membantu situasi jadi lebih baik," imbuh dr Lichtenfeld.
Baca juga: Dikira Bekas Gatal, Titik-titik Hitam di Tangan Wanita Ini Bisa 'Tumbuh'
Efek samping dari pemberian imunoterapi antara lain bisa terjadi demam, diare, malaise atau tidak enak badan, dan masalah terkait nafsu makan. Tapi efek samping yang dirasakan biasanya ringan. Karena itu beberapa pasien malah tidak merasakan efek samping sama sekali.
"Presiden beruntung karena ia berada dalam kesehatan fisik dan mental yang baik untuk orang seusianya.Dia telah melakukan perawatan yang sangat baik," tambah dr Lichtenfeld.
Melanoma merupakan jenis kanker yang dimulai di sel-sel yang menghasilkan pigmen sehingga memberikan warna pada kulit. Kanker kulit sebenarnya merupakan jenis kanker yang paling umum di AS, dan melonama merupakan jenis kanker kulit yang paling serius. Tak cuma di kulit, melanoma terkadang juga ditemukan di mata dan bahkan di organ dalam, seperti usus. Beberapa kasus melanoma stadium IV, 60 persen pasien akan mengembangkan tumor otak.
Jika masih dideteksi di stadium awal, melanoma hampir selalu dapat disembuhkan. Dapat dikatakan, peluang bertahan hidup hingga lima tahun ke depan masih sekitar 97 persen. Namun ketika sudah di stadium akhir, melanoma bisa sangat mematikan. Jika bisa ditangani, peluang hidup hingga 5 tahun ke depan sekitar 15-20 persen.
(vit/up)











































