Jakarta -
Nocturia adalah nama keren untuk beser di malam hari. Walau sepertinya sepele, masalah ini cukup menganggu karena membuat seseorang tidak bisa tidur nyenyak.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami beser di malam hari. Sebuah penelitian di Taiwan mengaitkannya dengan kadar testosteron. Pada laki-laki dengan kadar testosteron paling tinggi, risiko beser di malam hari 44 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki dengan kadar testosteron paling rendah.
"Ini adalah salah satu laporan paling awal yang menyebut bahwa kadar testosteron mungkin berhubungan dengan masalah pipis," kata Larry Lipshultz, MD, pakar urologi dari Baylor College of Medicine di Boston, seperti dikutip dari Menshealth, Senin (7/12/2015).
1. Terlalu banyak minum
Foto: Thinkstock
|
Penyebab paling sederhana adalah terlalu banyak minum, sehingga tubuh juga lebih sering mengeluarkan cairan. Terkadang, jenis minuman juga meningkatkan risiko beser. Misalnya kafein, yang punya efek diuretik atau peluruh kencing.
2. Penyempitan saluran kencing
Foto: thinkstock
|
Pada laki-laki, kecelakaan saat bersepeda bisa menyebabkan penyempitan saluran kencing. Jaringan luka memicu penyumbatan, sehingga aliran urine tidak lancar dan akibatnya pipis tidak serasa pernah tuntas. Jika pernah mengalami kecelakaan dan mengalami dampak tersebut, dianjurkan untuk segera periksa.
3. Stres
Foto: thinkstock
|
Beser karena stres lebih banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Saat seseorang merasa gelisah, denyut jantung meningkat sehingga produksi urine meningkat.
4. Masalah prostat
Foto: thinkstock
|
Benign prostatic hypertrophy (BPH) atau perbesaran kelenjar prostat membuat saluran kencing tertekan. Dampaknya adalah aliran kencing yang tidak lancar dan terasa tidak tuntas. Diperkirakan, kondisi ini diidap oleh 19 juta laki-laki di seluruh dunia.
Penyebab paling sederhana adalah terlalu banyak minum, sehingga tubuh juga lebih sering mengeluarkan cairan. Terkadang, jenis minuman juga meningkatkan risiko beser. Misalnya kafein, yang punya efek diuretik atau peluruh kencing.
Pada laki-laki, kecelakaan saat bersepeda bisa menyebabkan penyempitan saluran kencing. Jaringan luka memicu penyumbatan, sehingga aliran urine tidak lancar dan akibatnya pipis tidak serasa pernah tuntas. Jika pernah mengalami kecelakaan dan mengalami dampak tersebut, dianjurkan untuk segera periksa.
Beser karena stres lebih banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Saat seseorang merasa gelisah, denyut jantung meningkat sehingga produksi urine meningkat.
Benign prostatic hypertrophy (BPH) atau perbesaran kelenjar prostat membuat saluran kencing tertekan. Dampaknya adalah aliran kencing yang tidak lancar dan terasa tidak tuntas. Diperkirakan, kondisi ini diidap oleh 19 juta laki-laki di seluruh dunia.
(up/vit)