Banjarnegara Harap Warganya Bebas dari BAB Sembarangan

Banjarnegara Harap Warganya Bebas dari BAB Sembarangan

Arbi Anugrah - detikHealth
Jumat, 11 Des 2015 07:01 WIB
Banjarnegara Harap Warganya Bebas dari BAB Sembarangan
Foto: AN Uyung Pramudiarja
Jakarta - Persentase kepemilikan jamban sehat di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, hingga bulan November 2015 tercatat 44,95 persen. Masih ada 55 persen masyarakat Banjarnegara yang buang air besar sembarangan. Untuk itu 11 desa bersuara lewat deklarasinya.

"Saat ini sudah ada 11 desa yang ODF (Open Defecation Free) atau sudah melaksanakan stop buang air besar sembarangan (SBS)," Kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Puji Astuti, Kamis (10/12/2015).

Menurut dia, dengan adanya 11 desa yang melaksanakan stop buang air besar sembarangan, diharapkan dapat memicu desa-desa lain untuk ikut mencapai SBS. "Dengan adanya 11 desa yang sudah mencapai kecamatan stop buang air besar sembarangan, mudah mudahan ini bisa menjadi pemicu untuk desa-desa yang lain dalam mencapai desa SBS," ujar Puji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Denda Rp 300 Ribu untuk Warga yang BAB Sembarangan di Wamena

Dia menambahkan, program Pamsimas adalah salah satu strategi dalam mendukung program STBM. Nah, Kabupaten Banjarnegara termasuk salah satu Kabupaten yang mendapat program Pamsimas sejak tahun 2008 sampai kini dengan jumlah desa sebanyak 94 desa.

"Tapi dalam perjalanannya pencapaian desa stop buang air besar sembarangan belum optimal, hal ini menjadi tantangan untuk kita untuk mencapai desa stop buang air besar sembarangan," tambah Puji.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakas Studi WHO memberikan gambaran apabila akses mesyarakat terhadap sanitasi dapat ditingkatkan, akan menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan sebesar 45 persen. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperbesar peluang bagi fasilitator atau tokoh masyarakat dan stake holder agar mampu melakukan fasilitasi dalam memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

"STBM adalah suatu program infestasi yang menitikberatkan pada pencapaian kondisi sanitasi total di masyarakat melalui perubahan perilaku hygienis dengan melibatkan (memberdayakan) seluruh komponen di masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Tak Cuma Picu Diare, Sanitasi Buruk Juga Picu Penyakit Kulit dan Cacingan

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo mengatakan STBM ditetapkan sebagai kebijakan nasional berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat. STBM sendiri bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Diharapkan tahun 2019 Indonesia bisa mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat.

"Hari ini Jawa Tengah bertambah 11 desa atau kelurahan yang stop buang air besar sembarangan yang merupakan hasil kerja keras dan komitment yang kuat jajaran Pemkab Banjarnegara," kata Yulianto.

(arb/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads