Wajar rasanya seseorang sulit menghindari gula. Sebab belakangan ini gula terkandung dalam berbagai makanan maupun minuman yang dijual di pasaran. Ya, bahkan gula bersembunyi di makanan yang sebenarnya bukanlah makanan manis.
Menurut Lisa Drayer, nutrisionis dan penulis buku 'The Beauty Diet' menyebut beberapa roti mengandung enam gram gula dalam tiap lembarnya. Sementara di saus pasta terkandung sampai dengan 12 gram gula per sajian. Begitu pula dalam dressing salad rendah lemakĀ yang dianggap sebagai makanan sehat, disebut Lisa, bisa mengandung 10 gram gula per porsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya gula alami juga terkandung dalam beberapa makanan seperti buah maupun susu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebut tidak ada lapran adanya efek dari konsumsi gula yang terkandung dalam buah maupun sayuran. Apalagi buah dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan tubuh.
Baca juga: Sering Minum Manis-manis, Hati-hati Risiko Diabetes
Konsumsi gula boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan. Pedoman asupan gula nasional sendiri berbeda di tiap negara. Nah, dalam Permenkes No 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji disebutkan konsumsi gula lebih dari 50 gram atau 5 sendok makan peres (tidak munjung) per orang per hari akan meningkatkan risiko diabetes.
![]() |
Sementara rekomendasi harian American Heart Association untuk konsumsi gula tambahan adalah maksimal 24 gram sehari untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Namun di Amerika Serikat, orang dewasa rata-rata mengkonsumsi 88 gram gula sehari.
Selain karena ada gula di mana-mana, alasan lain seseorang sulit menghentikan kebiasaan mengonsumsi gula adalah karena menurut penelitian gula bisa bikin kecanduan. Menurut Lisa, keinginan seseorang yang begitu kuat untuk makan gula seperti orang yang kelaparan sebanding dengan efek obat adiktif.
Baca juga: Pria Ini Tak Konsumsi Gula dan Alkohol dalam Sebulan, Bagaimana Efeknya?
"Jika seseorang terobsesi pada gula dan tidak bisa fokus pada hal lain, selain itu memiliki ketergantungan psikologis, maka saya pikir Anda mungkin sedang berbicara tentang kecanduan makanan," tutur Lisa.
Agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula, Lisa menyarankan agar membasakan diri membaca label di kemasan. Jika dalam list terlihat kandungan gula tinggi, maka pilih yang kandungan gulanya lebih rendah. Atau siasat lainnya adalah menggunakan sedikit saja. Yang tergolong pemanis antara lain sirup jagung, sirup jagung tinggi fruktosa, agave, madu, dan apapun yang berakhiran 'ose' atau 'osa' seperti dekstrosa, fruktosa dan sukrosa. Menurut Lisa, itu semua kata-kata yang merujuk pada gula.
(vit/up)












































