Selain Bergizi, Konsumsi Serangga Juga Ramah Lingkungan

Selain Bergizi, Konsumsi Serangga Juga Ramah Lingkungan

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 11 Des 2015 15:33 WIB
Selain Bergizi, Konsumsi Serangga Juga Ramah Lingkungan
Ilustrasi foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Lembaga internasional Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut bahwa serangga merupakan sumber makanan yang nutrisinya tak kalah dengan sumber makanan hewani lain. Oleh karena itu bila diolah dengan tepat sehingga orang mau mengonsumsinya, serangga dapat berperan sebagai makanan alternatif.

Dijelaskan oleh FAO bahwa konsumsi serangga memiliki keuntungan untuk lingkungan karena ia lebih mudah untuk didapatkan. Sebagai perbandingan misalnya di lahan yang sama untuk menghasilkan 200 gram daging sapi, seseorang bisa memperoleh 2 kilogram larva serangga layak makan.

Dengan hitungan tersebut itu artinya konsumsi serangga oleh populasi akan membawa emisi rumah kaca yang lebih sedikit. Semakin sedikit emisi maka dampaknya untuk lingkungan terutama iklim akan lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tahun 2050 kita akan membutuhkan 70 persen lahan lebih banyak dari sekarang untuk memberi makan populasi dan 120 persen lebih banyak air. Kita tak bisa meneruskan kebiasaan berladang kita seperti saat ini untuk memberi makan orang-orang," ujar Dr Sarah Beynon, seorang ahli diet serangga (entomorphagist) lulusan Oxford kepada BBC dan dikutip pada Jumat (11/12/2015).

Baca juga: Ketagihan, Pria Ini Makan 5.000 Serangga karena Dianggap Lebih Bergizi

Menurut Beynon hal yang jadi tantangan sekarang adalah bagaimana membuat orang-orang di dunia terbiasa untuk memasukkan serangga ke dalam dietnya. Agar serangga bisa berpengaruh untuk lingkungan ia harus menjadi makanan pokok bukan sekadar camilan biasa.

Selain itu karena kebanyakan manusia juga sudah lama tak mengonsumsi serangga, tubuh menjadi sedikit kehilangan kemampuannya untuk mencerna serangga secara efektif dan hal ini bisa jadi potensi masalah.

"Kita sudah lama tak mengonsumsi serangga sehingga tubuh kita kehilangan kemampuan untuk mengolahnya, untuk mengambil semua nutrisi yang ada. Itu yang akan jadi kunci apakah kita bisa memakai serangga untuk konsumsi," pungkas Beynon.

Baca juga: Selain Kutu, Ini Daftar Serangga yang Pernah 'Salah Masuk' Tubuh Manusia (fds/vit)

Berita Terkait