Adalah peneliti asal Brasil dari D'Or Institute for Research and Education (IDOR), Federal University of Rio de Janeiro (UFRJ) serta Federal University of Bahia (UFBA) yang menggelar penelitian. Dalam studinya diketahui peterseli, thyme, chamomile dan lada merah memiliki apigenin. Nah, apigenin ini berfungsi meningkatkan pembentukan neuron sehingga memperkuat hubungan antara sel-sel otak.
Dikutip dari Times of India, Sabtu (12/12/2015), pada percobaan pada hewan yang telah dilakukan sebelumnya, zat kimia dari kelompok yang sama dengan apigenin terbukti memengaruhi memori. Dalam pengamatan ilmuwan, dengan menerapkan apigenin ke sel induk manusia maka setelah 25 hari akan menjadi neuron. Nah, neuron yang terbentuk ini akan membuat koneksi yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin studi, Stevens Rehen, menuturkan hubungan yang kuat antara neuron sangat penting untuk fungsi otak yang baik, konsolidasi memori dan pembelajaran. Selain itu diketahui pula apigenin bekerja dengan mengikat reseptor estrogen yang memengaruhi perkembangan, pematangan, fungsi, dan plastisitas sistem saraf. Ditengarai pula bisa menunda timbulnya gangguan kejiwaan dan neurodegeneratif seperti skizofrenia, depresi, alzheimer dan parkinson.
Namun studi yang telah dipublikasikan di Advances in Regenerative Biology, merekomendasikan pembatasan penggunaan terapi berbasis estrogen jika ada riwayat tumor terkait estrogen-dependent serta masalah kardiovaskular.
Cara lain yang ditengarai bisa meningkatkan kekuatan memori adalah dengan berolahraga, salah satunya berjalan kaki. Sebuah studi menyebut berjalan-jalan tiga kali dalam satu pekan dapat meningkatkan kapasitas hipokampus, bagian otak besar yang berhubungan dengan kemampuan menyimpan memori. Bagian tersebut merupakan bagian yang pertama kali diserang ketika alzheimer mendera.
Baca juga: Studi Ini Sebut Diet Tinggi Lemak Bisa Bikin Lemot (vit/up)











































