Minggu, 13 Des 2015 14:17 WIB

Dokter Sebut 3 Sumber Pencemaran Udara Paling Utama di Jakarta

Martha HD - detikHealth
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Polusi udara sudah menjadi hal biasa dan cukup memprihatinkan di kota besar termasuk di Jakarta. Penyumbang 70 persen polutan di Jakarta adalah kendaraan bermotor yang berjumlah jutaan unit.

"Makanya diadakan Car Free Day (CFD) untuk mengurangi emisi gas di Jakarta," kata Prof Dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K), Kepala Departemen Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kepada detikHealth, Minggu (13/12/2015).

Selain kendaraan bermotor, Prof Yunus juga mengatakan bahwa asap pabrik dan polusi ruangan seperti rokok juga menjadi sumber utama polusi di Jakarta. Maka dari itu, Anda disarankan untuk menjaga paru-paru agar tidak terpapar udara kotor yang dapat menggangu untuk kesehatan Anda.

"Apabila Anda terlalu sering terpapar polusi udara, maka Anda akan mengalami batuk berdahak atau sesak napas. Namun jika sudah terlalu parah, Anda bisa mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)," lanjutnya, saat ditemui di sela-sela pemeriksaan spirometri oleh RS Paru Persahabatan di arena CFD.

Baca Juga: Pemeriksaan Paru dengan Spirometri di Car Free Day Diminati Para Perokok 

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh dr Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD-KGEH, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), diketahui bahwa beragam jenis asap polusi tersebut paling banyak menyebabkan keluhan sakit tenggorokkan (81 persen), batuk (72 persen), dan iritasi mata (69,4 persen). Keluhan lain seperti pilek, sesak napas, sakit kepala, dan iritasi kulit juga dialami oleh lebih dari 50 persen responden.

Menurut dr Ari, beragam keluhan ini bisa terjadi karena kandungan pada asap. Asap polusi kendaraan misalnya karena mengandung gas CO maka ia bisa mengurangi asupan oksigen dan memicu pusing, asap kebakaran hutan yang banyak partikel padat halusnya-nya memicu batuk karena menghalangi jalan napas, dan begitu pula dengan asap rokok.

Baca Juga: Berhenti Merokok Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat Sakit Paru (up/up)
News Feed