Penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Kanada mengungkap jika seorang perempuan tidak memiliki faktor risiko kehamilan, maka melahirkan di rumah dengan bantuan bidan adalah hampir sama amannya dengan melahirkan di rumah sakit. Demikian dikutip dari Reuters.
Para peneliti mencatat proses melahirkan di rumah biasanya dilakukan bila dinilai tak perlu banyak intervensi medis, seperti caesar ataupun resusitasi bayi. "Data secara konsisten menunjukkan ketika perempuan melahirkan dengan bantuan bidan di rumah dengan sistem integrasi yang baik maka hasilnya sama saja dengan melahirkan di RS," kata pemimpin penelitian dr Eileen K. Hutton dari Department of Obstetrics and Gynecology, McMaster University di Hamilton, Ontario, Kanada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu dengan kehamilan berisiko rendah bisa merencanakan persalinan di rumah. Termasuk kategori berisiko rendah jika ibu selama hamil tidak mengonsumsi alkohol atau obat terlarang, tidak mengalami tekanan darah tinggi kronis, sakit jantung, HIV, hepatitis B, serta anemia yang tidak merespons terapi.
Kehamilan dikatakan memiliki risiko rendah juga bila tidak ada riwayat perdarahan dan eklampsia. Soal risiko kehamilan ini diberitahukan bidan pada para ibu saat perawatan prenatal.
Dari penelitian diketahui delapan persen persalinan di rumah membutuhkan layanan darurat. Sementara persalinan di rumah sakit, kurang dari dua persen yang butuh pelayanan darurat. Meski demikian persalinan di rumah sakit lebih banyak mendapat intervensi medis seperti augmentasi persalinan maupun prosedur caesar.
Sementara itu kasus bayi lahir mati terjadi pada 1,5 dari 1.000 kelahiran di rumah. Angka kasus bayi mati pada persalinan di rumah sakit tercatat 0,94 dari 1.000 kelahiran.
Baca juga: Catat! Ini Faktor Penentu Keberhasilan Program Bayi Tabung
"Kebanyakan kehamilan awalnya terlihat 'berisiko rendah' namun komplikasi bisa terjadi seiring bulan-bulan yang dilewati," ucap Ole Olsen, peneliti senior dari University of Copenhagen, Denmark. Olsen sendiri tidak terlibat dalam penelitian di Kanada tersebut.
Menurut Olsen, tantangan bagi setiap ibu hamil adalah tetap menjaga kesehatan setiap waktu, sehingga kehamilannya tidak disertai komplikasi. Karena itu jika ingin melakukan persalinan di rumah, maka pastikan seorang ibu hamil mendapat pemeriksaan kehamilan yang baik. Selain itu persiapan mental yang baik juga harus dilakukan.
Bila seorang bidan ragu-ragu terhadap status seorang ibu hamil apakah berisiko rendah atau tidak, maka perlu mengonsultasikannya pada dokter kandungan. Ini penting sebagai tidakan pencegahan.
Banyak penelitian menyebut melahirkan di rumah tidak semahal melahirkan di rumah sakit. Selain itu salah satu keuntungan melahirkan di rumah adalah menghilangkan risiko sindrom pasca melahirkan yang sering dialami ibu saat pulang ke rumah usai persalinan di rumah sakit.
Di beberapa negara seperti Inggris dan Belanda, persalinan dengan bantuan bidan yang berkualitas merupakan salah satu pilihan. Ini didukung pula dengan transportasi yang lancar sehingga lebih memudahkan jika ada kasus kegawatdaruratan. (vit/vit)











































