Demam Berdarah Ancam Turis yang Libur Natal dan Tahun Baru di Hawaii

Demam Berdarah Ancam Turis yang Libur Natal dan Tahun Baru di Hawaii

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 29 Des 2015 12:35 WIB
Demam Berdarah Ancam Turis yang Libur Natal dan Tahun Baru di Hawaii
Foto: CNN/Hawaii News Now
Honolulu - Hawaii merupakan salah satu destinasi favorit untuk menghabiskan libur Natal dan tahun baru. Tak hanya bagi turis Amerika Serikat, Hawaii yang terkenal dengan pantai cantiknya juga populer bagi turis-turis mancanegara.

Namun suasana liburan Natal dan tahun baru di Hawaii terancam terganggu. Sebabnya, dinas kesehatan setempat memastikan terjadinya wabah kasus demam berdarah setelah dilaporkan 180 orang terinfeksi sejak bulan September 2015.

Hal ini membuat sejumlah taman, pantai dan tempat umum lainnya terpaksa tutup. Pakar memprediksi wabah demam berdarah di Hawaii akan berlangsung cukup lama, bahkan hingga beberapa bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini masalah yang harus ditangani secara serius, sama seriusnya seperti epidemi Ebola di Afrika Barat tahun lalu," tutur Dr Peter Hotez dariĀ  National School of Tropical Medicine, Houston's Baylor College of Medicine, dikutip dari CNN, Selasa (29/12/2015).

Baca juga: Ditemukan Nyamuk Baru di Papua, Kemenkes Teliti Potensi Penyakitnya

Foto: CNN/Hawaii News Now


Pernyataan Hotez tidak berlebihan. Selama ini Amerika Serikat memang bukan negara yang rentan terserang demam berdarah. Meski WHO mengatakan ada 390 juta kasus demam berdarah tahun lalu, hampir seluruh kasus demam berdarah yang terjadi di Amerika berasal dari turis ataupun imigran.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat terakhir kali wabah demam berdarah menyerang Amerika terjadi pada tahun 2005. Itupun terjadi di bagian selatan Texas yang berdekatan dengan perbatasan Meksiko. Karena itu wabah demam berdarah yang terjadi di Hawaii tahun ini dianggap serius dan butuh penanganan lebih.

CDC sendiri memperkirakan wabah ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Dr Lyle Petersen dari CDC menyebut Hawaii tidak memiliki sarana dan prasarana untuk mengatasi wabah ini.

Karena itu ia meminta turis untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, serta mengajak masyarakat setempat untuk lebih berpartisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk untuk mengurangi angka infeksi. Turis dan penduduk lokal juga diminta untuk menggunakan losion anti nyamuk dan segera berobat jika merasa sakit.

"Wabah ini akan berlangsung selama beberapa bulan dan bukan karena kegagalan sistem kesehatan. Namun karena iklim dan kurangnya sarana dan prasarana untuk mengurangi wabah secara cepat," tandasnya.

Baca juga: Vaksin DBD Pertama di Dunia Siap Dilempar ke Meksiko (mrs/vit)

Berita Terkait