Kamis, 31 Des 2015 12:31 WIB

Tak Bisa BAB Tiap Hari? Kata Dokter Tak Usah Khawatir

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock
Brisbane - Banyak dari kita yang percaya buang air besar harus dilakukan setiap hari. Bila satu hari saja terlewat tanpa buang air besar sama sekali, tak sedikit dari kita yang beranggapan bahwa terjadi sembelit.

Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Gut menunjukkan, 'perilaku' usus setiap orang sangat bervariasi, bahkan lebih banyak lagi yang 'perilaku' ususnya tidak menentu.

Akibatnya, hanya kurang dari separuh populasi yang rutin buang air besar setiap hari. Sisanya tidak tentu. "Jika tidak ada yang dikeluarkan, ya sudah," tegas ahli bedah kolerektal dari Brisbane, Andrew Bell seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (31/12/2015).

Menariknya, banyak orang yang panik ketika perutnya tidak mulas hingga satu-dua hari, apalagi rutinitas buang air besar juga dikatakan sebagai indikator kesehatan yang baik. Sebagai solusinya, mereka pun mengonsumsi obat laksatif atau lebih dikenal dengan obat pencahar.

"Ayah ibu di tahun 50-an atau 60-an biasanya akan membangunkan anak mereka di pagi hari untuk buang air besar dan melarang mereka bermain jika belum buang air besar dulu. Padahal ini tidak alami," lanjut Bell.

Baca juga: BAB Sembarangan dan Malaria Diyakini Saling Berkaitan, Siapa Mau Meneliti?

Sembelit pun tidak akan terjadi asalkan orang yang bersangkutan menjaga pola makannya dan rutin berolahraga. Jadi tak ada alasan untuk meminum obat pencahar, bahkan sebaiknya harus dihindari.

Bell menambahkan, sembelit lebih sering ditemukan pada wanita, terutama yang berusia muda. Tak hanya sembelit, wanita-wanita ini juga berisiko mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan sembelit seperti kembung dan sakit perut.

Sayangnya karena banyak orang kadung yakin bahwa tidak bisa 'pup' setiap hari merupakan pertanda buruk, konsumsi obat pencahar justru makin meningkat. Bahkan menurut pakar, banyak yang kemudian disalahgunakan.

Sebuah studi dari University of Dakota di tahun 2010 mengungkap kebiasaan tidak buang air besar tiap hari mendorong banyak orang untuk meminum obat pencahar secara berlebihan. Padahal bila ini dibiarkan, bisa berakibat pada gangguan ginjal dan juga sistem kardiovaskular.

Orang-orang yang rentan menyalahgunakan obat pencahar, antara lain:
1. Pengidap gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia
2. Atlet yang ingin mencapai berat badan ideal
3. Mereka yang suka menggunakan obat pencahar agar mengalami diare untuk berpura-pura sehingga terlihat seolah-olah sedang sakit

Baca juga: Di Jayapura Lebih Ekstrem, Disuruh Pegang Tinja Jika Ketahuan BAB Sembarangan (lll/up)