November: Kisah Para Artis yang Terjerat Narkoba Lagi di 2015

Kaleidoskop 2015

November: Kisah Para Artis yang Terjerat Narkoba Lagi di 2015

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 05 Jan 2016 11:22 WIB
November: Kisah Para Artis yang Terjerat Narkoba Lagi di 2015
Foto: Desi Puspasari
Jakarta - Sejumlah selebriti yang pernah tertangkap basah mengonsumsi obat-obatan terlarang, tahun ini ketiban sial lagi. Untuk kesekian kali, mereka diamankan oleh polisi akibat perbuatannya tersebut.
 
Selebriti yang dimaksud antara lain Fariz RM, pelawak Tessy dan terbaru Roby, gitaris band Geisha yang diamankan November lalu. Fenomena ini semakin mengukuhkan fakta bahwa narkoba sulit dilepaskan dari kehidupan para artis.
 
Terkait isu artis mantan pecandu yang kembali tertangkap memakai narkoba, dr Diah Setia Utami, SpKJ, Deputi Bidang Rehabilitas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan, mantan pecandu memang rentan untuk 'kambuh' lagi.
 
"Trigger (pemicu) sekecil apapun bisa membuat pecandu relapse," jelasnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.


Faktornya bisa beragam, pertama karena proses rehabilitasinya tidak berjalan sempurna. Menurut Diah, detoksifikasi selama 2-3 minggu saja tidak cukup mengatasi persoalan ini, sebab proses rehabilitasi harus dibarengi dengan pemberian edukasi dan pendampingan agar pasien tidak memakai lagi, termasuk kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
 
Baca juga: Ini 5 Faktor Penting yang Buat Mantan Pecandu Narkoba Rentan Kambuh
 
Dilansir dari laman drugabuse, gov, biasanya para mantan pecandu yang kambuh mempunyai segudang masalah.
 
Masalah tersebut antara lain masalah yang berhubungan dengan keluarga, kemampuan sosial yang terbatas, tak punya pekerjaan, pendidikan rendah hingga penyakit jiwa atau infeksi penyakit menular. Jika terakumulasi, hal-hal ini dapat menyebabkan stres dan mendorong mantan pecandu untuk mencari jalan pintas keluar dari masalahnya.
 
Bahkan sebuah riset di India menunjukkan, mantan pecandu yang sudah menikah lebih rentan untuk kambuh, meski tidak dijelaskan dengan pasti apakah menikah berkontribusi terhadap tingkat stres yang dirasakan pecandu hingga kemudian mendorongnya memakai lagi ataupun tidak.
 
Baca juga: Kisah Asmara Antara Musisi dan Narkoba
 
Kebiasaan lain yang dirasa dapat memicu keinginan untuk memakai obat terlarang adalah merokok. Hal ini didasarkan pada sebuah riset yang dilakukan di Amerika beberapa waktu lalu.
 
Sebabnya, ada kepercayaan di kalangan pecandu yang mengatakan bahwa jika berhenti merokok dan menggunakan narkoba, maka sistem saraf yang ada di otak akan rusak.
 
"Beberapa pecandu percaya bahwa jika berhenti merokok dan menggunakan narkoba sekaligus, nervous system (susunan saraf) yang ada di otak mereka tidak akan mampu menahannya dan dapat menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian," tutur sang peneliti, Jaimee L Heffner, PhD dari University of Cincinnati College of Medicine, Ohio.

Padahal yang terjadi adalah sebaliknya, berhenti merokok di saat menggunakan narkoba akan mempercepat proses detoksifikasi tubuh dari racun-racun yang memicu ketagihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Anda berhasil melalui program rehabilitasi narkoba namun masih merokok, kemungkinan Anda kambuh akan meningkat 3 hingga 4 kali lipat daripada mereka yang berhenti merokok ketika selesai rehabilitasi," lanjutnya. (lll/up)

Berita Terkait