Namun, sejak menjalani satu sesi hipnoterapi di bulan Januari 2015 lalu, Shea berhasil menahan keinginannya untuk mengisap ganja. Total, sudah 12 bulan Shea bisa lepas dari kecanduannya mengonsumsi ganja.
"Bisa dikatakan lepas dari kecanduan ganja adalah resolusi tahun baru saya. Hal yang memotivasi saya, saya ingin menjadi panutan yang baik bagi pasangan dan keempat anak saya. Saya juga ingin panjang umur supaya bisa menunggui mereka sampai besar nanti," kisah Shea, dikutip dari Daily Star, Kamis (7/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulunya, Shea bahkan rela mengesampingkan kebutuhan rumah tangganya hanya demi bisa membeli ganja yang dikonsumsinya setiap satu minggu sekali di luar rumah. Jika sedang tidak punya uang, seorang teman akan memberi pinjaman uang. Tak ayal, utang uang Shea untuk membeli ganja pun melambung.
Shea mengatakan awal mula ia mengenal ganja yakni ketika usianya 14 tahun. Kala itu, dia adalah siswa sekolah menengah di Kanada yang cukup aktif menjadi atlet sepak bola atau basket. Namun, lama-kelamaan Shea coba-coba merokok hingga berujung pada konsumsi ganja.
Keinginannya mengisap ganja makin menjadi setelah ia lulus sekolah dan kembali ke Inggris. Bahkan setelah bertemu pasangannya Trisha Goodenugh dan memiliki empat orang anak, setidaknya seminggu sekali Shea masih membeli satu ons ganja.
Tapi keadaan berubah setelah Shea menjalani cognitive behavioral therapy dengan hipnoterapis David Kilmurry. Shea mengaku usai menjalani terapi itu, keinginannya untuk mengisap ganja mendadak sirna. Bahkan, mendengar kata ganja saja dia sudah merasa jijik. Shea juga merasa dirinya lebih berenergi lagi.
"Saya merasa terlahir kembali dan saya amat bersemangat bekerja. Bagian terbaiknya adalah saya bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga saya. Sebelumnya, saya pikir hal ini tidak akan pernah terjadi," kata Shea.
Baca juga: Narkoba Dikontrol Ketat, Para Pecandu Lari ke Obat-obat Resep
(rdn/vit)











































