Trauma Sarah Setelah Terbangun Kesakitan di Tengah Operasi

Trauma Sarah Setelah Terbangun Kesakitan di Tengah Operasi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 08 Jan 2016 07:33 WIB
Trauma Sarah Setelah Terbangun Kesakitan di Tengah Operasi
Foto: itv
Jakarta - Sarah Thomas mengaku tak akan bisa melupakan apa yang ia alami pada November 2013 lalu. Saat itu ia mendapat jadwal operasi amandel dengan laser di St Albans Hospital.

Prosedur ini akhirnya ia jalankan setelah bertahun-tahun mengidap tonsilitis atau radang amandel, yang terkadang sampai membuatnya sesak napas dan tak bisa menelan makanan.

Sarah sudah membayangkan penderitaannya selama ini akan hilang selepas operasi sederhana itu. Namun hal itu justru berubah menjadi mimpi terburuk di sepanjang hidup Sarah karena ia terbangun di saat operasi sedang berlangsung.

"Hal pertama yang saya rasakan adalah nyeri di sisi kanan tenggorokan saya. Waktu itu sedang dilaser dan rasanya luar biasa sakit," tutur Sarah mengisahkan pengalamannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun karena sibuk menahan sakit yang dirasakannya, Sarah tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi untuk sekadar memberitahu dokter yang tengah membedahnya jika ia dalam keadaan sadar.

Malang bagi Sarah, kelopak matanya juga sudah ditutup oleh staf menjelang operasi sehingga tak ada yang menyadari jika wanita asal Watford, London ini bisa merasakan apa yang terjadi padanya saat itu.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Tiba-tiba Terbangun Saat Operasi? 

Insiden itu kira-kira berlangsung selama 15 menit, hingga kemudian Sarah mendengar seorang perawat menduga dirinya terbangun di tengah operasi. Namun 30 detik kemudian, Sarah sudah tertidur kembali.

Usut punya usut, terjadi kesalahan pada mesin yang seharusnya bertugas memonitor keadaan Sarah selama berada di bawah pengaruh anestesi atau obat bius. Seharusnya mesin ini mengeluarkan bunyi 'beep' ketika kadar anestesi yang ada di tubuh pasien mulai berkurang selama operasi berlangsung.

Tetapi mesin itu 'diam saja', sehingga tak ada yang tahu jika Sarah terbangun di tengah operasi. Ketika bangun, sang dokter anestesi menghampirinya dan bertanya tentang apa yang dialami Sarah. "Saya jawab saya baik-baik saja, saya bahkan langsung pulang dan membeli KFC. Otak saya seakan-akan menutupi trauma itu," tuturnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (8/1/2016).

Barulah setelah itu Sarah mulai susah tidur dan sering sakit-sakitan. Lalu tiap kali ia berusaha mengingat apa yang dialaminya saat itu, ia akan mengalami serangan panik yang buruk. Wanita berumur 23 tahun itu sampai harus berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang penata rambut karena trauma.

Meskipun sudah diterapi dan minum obat antidepresan, Sarah tetap saja sering susah tidur. "Saya sering bermimpi kembali ke ruang operasi itu," keluhnya.

Sarah kemudian meminta National Health Service (NHS) untuk menyelidiki masalah itu, dan dipastikan karena kesalahan si mesin. Wanita ini lantas mendapatkan kompensasi sebesar 22.000 poundsterling (Rp 447 juta) atas kelalaian tersebut.

Menanggapi hal ini, Dr Richard Marks dari Royal College of Anesthetists menjelaskan bahwa apa yang dialami Sarah tergolong langka. "Tetapi ini benar-benar bisa terjadi. Bahkan tiap satu dari 19.000 kasus, dan alasannya beragam, termasuk kesalahan mesin," terangnya.

Insiden semacam ini juga umumnya lebih banyak muncul di operasi tertentu, seperti operasi yang bersifat darurat atau mendesak.

Baca juga: Ini Sebabnya Orang Bisa Tiba-tiba Bangun Waktu Sedang Dioperasi  (lll/up)

Berita Terkait