Sabtu, 09 Jan 2016 13:56 WIB

Cara Jadi Pendengar yang Baik Bagi Pasangan Agar Rumah Tangga Makin Harmonis

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Keterampilan mendengar diperlukan pasangan suami istri (pasutri) supaya komunikasi bisa terjalin dengan baik. Meskipun kenyataannya, tak sedikit pasutri yang merasa sulit mendengarkan hal-hal yang disampaikan pasangannya.

Psikolog Elly Risman, Psi menuturkan hal itu bisa terjadi karena pasangan tidak terlatih. Ketika mendengarkan, mereka mudah membuat jarak, memikirkan jawaban dari masalah yang disampaikan pasangan, mengumpulkan data untuk mengutarakan pendapat dan memberi penilaian, demikian dikatakan Elly.

"Kalau saat mendengar kita melakukan ini semua, kita nggak akan bisa mendengar. Jadi, terampil mendengar bukan cuma diam dengan pikiran kosong, tapi cari tahu apa maksud dari perkataan pasangan sesungguhnya. Jika kita ngerti pasangan itu seperti apa dan membuat kita jadi lebih dekat," kata Elly.

Hal itu ia sampaikan dalam Seminar Parenting Komunikasi Pasangan oleh Yayasan Rumah Pelangi di Narita Hotel, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (9/1/2016). Dengan terampil mendengar, dikatakan Elly pasangan bisa menikmati kebersamaan serta menciptakan dan melanggengkan keintiman.

Baca juga: Nikah Yuk! Buat Pria, Ini Bisa Menambah Kesehatan Mentalnya

Mendengar yang baik memerlukan dua hal yakni komitmen dan komplimen. Komitmen yakni mengerti, memahami, menjauhkan minat dan kebutuhan pribadi, serta menjauhkan prasangka dan belajar melihat dari sudut pandangan pasangan. Sedangkan komplimen yakni pemikiran bahwa mendengarkan pasangan karena menunjukkan kita peduli dengannya.

"Saat mendengar, kita harus tahu dulu apa yang pasangan rasakan, pikirkan, dan butuhkan. Penting kita pahami apa yang dirasakan pasangan karena perasaan sangat penting bagi manusia, kalau perasaan seseorang ditolak, dia merasa seluruh dirinya ditolak. Untuk itu, jangan pernah abaikan perasaan orang lain," terang wanita berkerudung ini.

Elly menekankan, terampil mendengar merupakan kunci komunikasi yang bersih dan jelas. Dalam pelaksanaannya, terampil mendengar didasari oleh niat untuk mengerti, menikmati apa yang diungkapkan pasangan, belajar darinya dan menolongnya bila perlu.

Selain itu, Elly menambahkan, ada juga mendengar palsu di mana niatnya bukan mengerti, menikmati apa yang diungkapkan pasangan, belajar darinya dan menolongnya bila perlu. Saat mendengar palsu, ada 'kontaminasi' yang dialami pasangan yaitu mendengar sambil membaca pikiran, gladi resik, menyaring info yang diterima, berkhayal, memberi saran, menjadi lawan, merasa selalu benar, menghindar, dan segera setuju.

Baca juga: Suami yang Tak Menafkahi Anak-Istri dan Punya Banyak Utang

(rdn/vit)