Sabtu, 09 Jan 2016 15:06 WIB

Ini yang Perlu Diperhatikan Jika Pasutri Hendak Terapkan KB Sistem Kalender

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - KB sistem kalender bisa menjadi salah satu metode kontrasepsi tanpa adanya penggunaan instrumen tertentu atau konsumsi obat-obatan. Tapi, jika pasangan suami istri (pasutri) ingin menerapkan KB sistem kalender, perhatikan dulu beberapa hal.

Seperti penuturan dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo surabaya, untuk memakai KB kalender, syarat utamanya adalah menstruasi harus teratur antara 26 hingga 32 hari. Mengapa?

"Apabila siklus haid antara 26 hingga 32 hari, maka kemungkinan besar masa subur Anda pada hari ke-8 hingga 19, dihitung dari hari pertama haid," tutur dr Hari saat berbincang dengan detikHealth.

Untuk itu, dr Hari menegaskan KB sistem kalender ini hanya dapat diterapkan ketika wanita memiliki siklus haid yang teratur yakni idealnya antara 26-32 hari. Namun, untuk tanggal datang bulan, menurut dr Hari tidak harus sama.

Baca juga: Alat-alat Kontrasepsi dan Cara Pakainya

Yang terpenting, jumlah perhitungan hari satu ke lainnya sama. Pasalnya, sebagian besar wanita akan mengalami ovulasi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya. Lantas, apakah KB sistem kalender sudah pasti 'ampuh' untuk mencegah kehamilan?

"Dari penelitian yang dipublikasikan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat, angka kegagalan KB kalender ini adalah yang tertinggi atau paling tidak efektif, yaitu sekitar 24 persen. Berarti setiap 100 wanita yang menggunakan KB ini secara tepat, sekitar 24 orang gagal dan hamil," kata ayah satu anak ini.

Baca juga: Pil dan Suntik, Kontrasepsi 'Terfavorit' di Indonesia (rdn/vit)