Meski Diterapi, Insomnia Akan Muncul Lagi 10 Tahun Kemudian

Meski Diterapi, Insomnia Akan Muncul Lagi 10 Tahun Kemudian

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 12 Jan 2016 07:30 WIB
Meski Diterapi, Insomnia Akan Muncul Lagi 10 Tahun Kemudian
Foto: Thinkstock
Jakarta - Karena beragam faktor seperti tanggungan pekerjaan dan paparan gadget, generasi muda dewasa ini kerap mengalami gangguan tidur. Namun sebuah studi terbaru berhasil mengungkap bahaya yang lebih buruk dari sekadar gangguan tidur.

Sleep Health Foundation, Australia ini melakukan pengamatan terhadap 10.000 wanita berumur 22-27 tahun selama 9 tahun. Dari studi ini terungkap, wanita berumur 20-an yang menderita gangguan tidur akan berisiko 10 kali lipat untuk merasakan gangguan tidur yang sama di usia 30-an atau 10 tahun kemudian.

Yang menguatkan fakta ini adalah jumlah partisipan yang mengalaminya, yaitu mencapai 45 persen. Risiko ini bahkan tetap ada meski mereka sempat melakukan terapi atau berobat untuk mengatasi insomnia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbukti, 21 persen partisipan lainnya dilaporkan sempat membaik, namun kemudian terjadi semacam kekambuhan di satu waktu.

"Ini menunjukkan betapa mengkhawatirkannya gangguan tidur yang sering dikeluhkan wanita-wanita berumur 20-an," tutur peneliti Prof Dorothy Bruck seperti dikutip dari news.com.au, Selasa (12/1/2016).

Baca juga: Penelitian: Remaja Dengan Insomnia Cenderung Suka Menyiksa Diri
 
Namun dari sekian banyak partisipan studinya, tak ada satupun yang mengalami depresi atau gangguan mental yang kerap dikaitkan dengan gangguan tidur seperti ansietas. Hal ini seakan-akan menampik fakta bahwa wanita, terutama yang belia dan lansia, lebih berisiko terkena insomnia ketimbang lainnya.

Hanya saja Prof Bruck sepakat dengan hasil studi-studi lain yang konsisten mengatakan wanita lebih riskan terserang insomnia ketimbang pria. "Tapi kita tak pernah tahu mengapa, sama halnya dengan kita tak tahu mengapa wanita lebih rentan mengalami depresi atau gangguan kecemasan," paparnya.

Prof Bruck sempat menduga gangguan tidur pada wanita umumnya berkaitan dengan kondisi psikologis mereka, tetapi keterkaitan ini juga belum pernah dibuktikan secara ilmiah.

Sejumlah faktor yang ditengarai memicu insomnia pada diri seseorang di antaranya karena riwayat keluarga, gaya hidup, dan pekerjaan dengan sistem shift.

"Insomnia juga sering ditemukan pada mereka yang rentan mengalami kecemasan, atau panik sepanjang waktu dan sulit ditenangkan, terutama di malam hari," tutupnya.

Baca juga: Remaja Jangan Tidur Lewat Jam 10 Malam Biar Tak Mudah Depresi


(lll/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads