Senin, 18 Jan 2016 11:29 WIB

Kandung Kemih Pecah Gara-gara Menahan Pipis, Mungkinkah?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Menahan pipis, bagaimanapun tidak pernah dianjurkan karena pasti berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa orang meyakini, kandung kemih lama-lama bisa pecah. Mungkinkah?

Ada banyak alasan untuk menunda pergi ke kamar kecil, mulai dari malas bergerak hingga merasa tanggung karena sedang tanggung mengerjakan aktivitas tertentu. Dampak paling masuk akal dari kebiasaan menahan pipis adalah peningkatan risiko infeksi saluran kemih.

Pecahnya kandung kemih gara-gara menahan pipis bukan sesuatu yang mustahil. Namun dikutip dari Huffingtonpost, Senin (18/1/2016), kondisi seperti ini sangat jarang terjadi. Infeksi saluran kemih lebih mungkin terjadi daripada pecahnya kandung kemih.

Pada orang dewasa, kandung kemih bisa menampung 500 ml urine atau setara dengan 2 cangkir penuh. Saat kapasitasnya mulai penuh, kandung kemih akan mengirim sinyal ke otak untuk segera pergi ke kamar kecil. Saat itu, sphincter silindris pada saluran kemih akan menutup agar urine tidak merembes keluar.

Baca juga: Masalah Pipis Nyiprat di Toilet Pria Terpecahkan dengan Sains 

Apakah kandung kemih akan pecah jika ditahan terlalu lama? Ketika hasrat untuk pipis mulai tidak tertahankan, kemungkinan yang terjadi adalah spinchter tidak kuat menutup saluran kemih. Maka sebelum kandung kemih sempat pecah, kemungkinan seseorang sudah lebih dulu ngompol.

"Tapi bagi seseorang yang pernah operasi kanker, atau menjalani radiasi pada kandung kemih, atau kandung kemihnya diangkat dan diganti baru, maka betul situasi tersebut memungkinkan kandung kemih untuk pecah," kata Scott Eggener, seorang dokter urologi dari University of Chicago.

Pecahnya kandung kemih dalam kondisi seperti itu sangat menyakitkan. Urine akan tumpah membanjiri rongga perut, dan kadang-kadang harus ditangani dengan operasi darurat. Dokter akan mengeringkan urine yang tumpah dengan kateter.

Baca juga: Unik, Sperma Butuh Gerakan Berbeda Saat Belok Kiri dan Kanan  (up/vit)
News Feed