"Ya lumayan, yang rutin perawatan belasan ada-lah sebulan," kata Ni Wayan Suri, ditemui di tempat praktiknya di Sesetan, Bali, baru-baru ini.
Perawatan rutin di 'salon vagina', menurut Ni Wayan Suri dilakukan setelah menstruasi. Prinsipnya, vagina dibersihkan dengan vaginal douche agar kebersihannya sebali terjaga. Selain perawatan rutin, salon vagina juga melayani perempuan dengan keluhan seputar organ intim misalnya keputihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bidan Ni Wayan Surtini (Foto: Uyung) |
Jika perawatan di salon biasa lebih bertujuan untuk menjaga penampilan, salon vagina melakukan lebih dari itu. Selain membersihkan organ intim kewanitaan, Ni Wayan Suri juga melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan berbagai infeksi di organ tersebut.
"Sekalian, jadi selain douching juga kita periksa kalau ada jamur atau infeksi lainya," jelas Ni Wayan Suri, seperti ditulis pada Selasa (26/1/2016).
Meski layanannya cukup beragam, salon vagina hanya mematok harga sekitar Rp 85 ribu sekali kunjungan. Seperti disampaikan oleh Ni Wayan Sari, peminatnya cukup banyak. Artinya, cukup banyak yang peduli dengan kesehatan organ reproduksinya.
Baca juga: Pakai Celana Dalam 'Thong' Perburuk Infeksi Bakteri dan Jamur di Miss V
(up/vit)












































Bidan Ni Wayan Surtini (Foto: Uyung)