Selasa, 26 Jan 2016 16:22 WIB

Akses Pendidikan dan Pekerjaan Terbatas, Tunanetra Minta Lebih Diperhatikan

Muchus Budi R. - detikHealth
Foto: Muchus Budi R
Jakarta - Keterbatasan fisik membuat penyandang tunanetra merasa tidak memiliki akses yang luas. Mereka minta lebih diperhatikan.

Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mendesak pemerintah lebih memperhatikan kondisi penyandang problem penglihatan. Menurut Pertuni saat ini di Indonesia terdapat 3.750.000 orang atau 1,5 persen penduduk Indonesia menyandang problem penglihatan, baik kebutaan maupun lemah penglihatan.

"Sebagian besar masuk kategori keluarga pra sejahtera. Akses pendidikan bagi tunanetra masih rendah. Terbatasnya pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki, akses tunanetra ke pekerjaan masih sangat terbatas," ujar Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Aria Indrawati, saat pembukaan Parade Tongkat Putih di lapangan Kota Barat, Solo, Selasa (26/1/2016).

Baca juga: Pertuni: Tiga-perempat Tunanetra adalah Penyandang Low Vision

Aria mendesak pemerintah memberikan perhatian lebih kepada penyandang tunanetra. Kemajuan teknologi, inovasi serta serangkaian modifikasi telah dilakukan, sehingga memungkinkan tunanetra untuk melakukan kegiatan seperti masyarakat lainnya.

Acara parade penyandang tunanetra yang disebut Parade Tongkat Putih diikuti oleh ratusan orang di Solo. Rute yang ditempuh adalah lokasi di jalanan sekitar Lapangan Kota Barat.

Parade tersebut digelar pertama kali di Surabaya dan akan berakhir di Jakarta. Rencananya kegiatan akan digelar di 30 kota di Tanah Air dengen menyinggahi 10 kota. Solo merupakan kota keempat yang disinggahi setelah Semarang. Seluruh rangkaian acara akan diikuti oleh 1.300 orang tunanetra.

Baca juga: Cerita Hikmah, Mendidik Anak untuk Mandiri Meski Tak Bisa Melihat (mbr/vit)