Sam mengaku tanda lahir itu membuat dirinya kerap diolok-olok sebagai 'unicorn' atau kuda bertanduk. Sam pun tumbuh dengan senantiasa menutupi tanda lahir itu menggunakan poni rambutnya. Namun lama-lama ia pun terbiasa.
Hingga akhirnya di usia 20 tahun, ia bertemu dengan suaminya saat ini, Paul dan menikah di tahun 2011. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai empat orang putri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, benjolan itu menjadi semacam testpack bagi dirinya. Tiap terasa gatal, wanita yang tinggal di Skelmersdale, Lancashire tersebut merasa dirinya tengah berbadan dua.
Baca juga: Komplikasi Giant Congenital Nevus Sebabkan Kanker Kulit dan Gangguan Saraf
Namun ketika mengandung anak kelimanya, yang ternyata berjenis kelamin laki-laki, tanda lahirnya menjadi tak terkendali. Saat itu musim panas di tahun 2013. Sayang Sam tidak bisa dibuat tenang oleh tanda lahirnya.
"Semakin besar perut saya, tanda lahir itu juga semakin tumbuh seperti monster. Dokter percaya itu karena hormon laki-laki yang dimiliki anak saya," kenang Sam seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (26/1/2016).
Sang dokter juga mengkhawatirkan kondisi Sam. Apalagi ia diwanti-wanti, cepat atau lambat benjolan itu akan meledak dan berdarah-darah. Benar saja, saat usia kandungannya memasuki 32 minggu, tanda lahir itu pecah.
![]() |
"Saya langsung dilarikan ke rumah sakit, dan di sana tim dokter segera menghentikan pendarahan itu dan menjahit dahi saya," lanjutnya.
Untungnya, sang anak, Paul Jr lahir dalam keadaan sehat. Barulah pada bulan Mei 2014, dokter mengatakan tanda lahir Sam nampaknya bukan tanda lahir biasa, melainkan beberapa tumor sekaligus. Ia kemudian menjalani prosedur bernama embolisasi di mana senyawa khusus disuntikkan ke dahinya demi menghentikan aliran darah Sam ke tanda lahir tersebut.
Sam juga harus menjalani empat kali operasi untuk memastikan tanda lahirnya tidak 'berontak' lagi. Namun beberapa bulan kemudian, senyawa itu merembes keluar dari dahinya.
Setelah itu dokter menemukan sejumlah sel kanker di balik tanda lahir Sam, hingga di penghujung tahun 2014, wanita berumur 31 tahun ini harus menjalani operasi besar untuk mengangkat tiga hemangioma atau tumor jinak dari dahinya. "Sebagian tengkorak saya sampai kelihatan, sungguh mengerikan," tuturnya.
Total Sam butuh waktu hingga satu tahun lamanya untuk pulih. Dokter juga memastikan tumor-tumornya sudah benar-benar hilang. Namun untuk mencegah segala kemungkinan, Sam dan suaminya memastikan mereka tidak akan menambah momongan lagi.
"Hanya untuk berjaga-jaga. Siapa tahu monsternya terbangun lagi," tutup Sam.
Baca juga: Perut Besar Seperti Ibu Hamil Kembar, Ternyata Ada Kista Seberat 12 Kg (lll/vit)












































