Jumat, 29 Jan 2016 16:45 WIB

70 Siswa Tunanetra Unjuk Kebolehan di Festival Mitra Netra

Ayunda Windyastuti Savitri - detikHealth
Foto: Ayunda
Jakarta - Keterbatasan bukan penghalang untuk belajar dan mengejar cita-cita. Inilah yang diajarkan pada para siswa tuna netra di Yayasan Mitra Netra ini.

Sebanyak 70 siswa tunanetra dari tingkat SD hingga SMA unjuk kebolehan di atas panggung Festival Mitra Netra. Ada pertunjukan drama berbahasa Inggris serta Jerman, berhitung dengan metode jarimatika, membaca Al-Quran dan bermain alat musik angklung.

"Semakin istimewa tantangannya maka semakin istimewa pula reward-nya. Penampilan ini dimaksud sebagai memberi evaluasi belajar pengganti rapor," ujar Ketua Pengurus Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki di Yayasan Mitra Netra, Jl Gunung Balong II, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).

Pertunjukkan itu dilakoni anak-anak dengan riang. Mereka bahkan terlihat sangat semangat untuk menampilkan kebolehannya di atas panggung.



Bambang mengatakan, seluruh anak tuna netra memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak pada umumnya dalam mendapat pendidikan berkualitas. Jika tunanetra tidak memiliki hambatan kecerdasan maka mereka bisa belajar di sekolah umum bersama siswa lain.

Baca juga: Cerita Hikmah, Mendidik Anak untuk Mandiri Meski Tak Bisa Melihat

Dalam kesempatan yang sama, anggota dewan pembina Yayasan Mitra Netra, Ratna Carry mengungkapkan tujuan dibentuknya yayasan ini untuk membantu menyediakan layanan pendukung pendidikan bagi tunanetra. Di sini, anak-anak bisa belajar aspek akademik dan non-akademik untuk melengkapi yang mereka pelajari di sekolah.


"Kami menyediakan bantuan bagi tuna netra, seperti menerjemahkan buku pelajaran yang mereka dapat dari sekolah biasa ke bahasa braille dari tingkat SD sampai perguruan tinggi secara gratis. Selain itu juga mereka bisa pinjam buku di perpustakaan dan ikut pelatihan," terang Ratna.

"Bisa jadi member juga dengan membayar Rp 10 ribu untuk setahun. Nanti mereka bisa diterjemahkan buku apa saja dan dicetak dalam bahasa braille juga," sambungnya.

Baca juga: Inspiratif, Anak Ini Juarai Lomba Lari Meski Matanya Tak Bisa Melihat

Berbagai jenis buku tersedia di Yayasan Mitra Netra ini, seperti buku pelajaran, referensi kuliah, buku pengetahuan umum dan aneka karya sastra. Terdapat juga buku dengan audio digital untuk memenuhi kebutuhan tunanetra.

Sedangkan bagi orang dewasa, bisa juga mengikuti kelas memasak di Yayasan Mitra Netra. "Tenaga kerjanya berasal dari sini," terang Ratna.

Mitra Netra didirikan sejak tahun 1991. Yayasan Mitra Netra berada di bawah CT Arsa Foundation. (aws/vit)
dMentor
×
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno Selengkapnya