Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan drg Tritarayati, SH, mengatakan bahwa pemerintah sudah menunjuk 8 rumah sakit untuk membantu riset lanjutan alat yang awalnya dikembangkan oleh Dr Warsito Purwo Taruno ini. Para pasien lama dari rompi antikanker dapat mengunjungi RS tersebut untuk mendapat bantuan medis plus lanjut memakai rompi bila memang masih ingin.
Baca juga: Hasil Review Rompi Antikanker Warsito: Belum Disimpulkan Aman dan Bermanfaat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inginnya kita edukasi masyarakat untuk kembali ke pelayanan konvensional. Tapi undang-undang mengatakan dan ada peraturannya otonomi pasien, bahwa kalau dia mau bisa tetap memakai ECCT tapi tentu akan diawasi," lanjut Tari.
Menurut Warsito sejak tahun 2012 sampai terakhir Desember 2016 ada sekitar 3.000 orang yang telah menggunakan rompi antikanker. Lab Edwar Technology tempatnya bekerja memang tak lagi menangani pasien tapi tetap akan terus mengembangkan alat.
"Datanya (pasien -red) akan di-follow up terus," kata Warsito ketika ditemui pada kesempatan yang sama.
Baca juga: Mulai 27 Januari, Lab Dr Warsito Tak Layani Lagi Pasien Rompi Antikanker
(fds/vit)











































