3.000 Pasien Rompi Antikanker Diarahkan untuk Dapat Terapi Medis di RS

3.000 Pasien Rompi Antikanker Diarahkan untuk Dapat Terapi Medis di RS

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 03 Feb 2016 17:36 WIB
3.000 Pasien Rompi Antikanker Diarahkan untuk Dapat Terapi Medis di RS
Foto: Muhamad Reza Sulaiman
Jakarta - Hasil review alat Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) atau rompi antikanker oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menunjukkan belum bisa disimpulkan manfaat dan keamanannya. Oleh karena itu pasien kanker yang sudah telanjur memakai alat tersebut disarankan untuk mencari terapi medis di rumah sakit (RS).

Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan drg Tritarayati, SH, mengatakan bahwa pemerintah sudah menunjuk 8 rumah sakit untuk membantu riset lanjutan alat yang awalnya dikembangkan oleh Dr Warsito Purwo Taruno ini. Para pasien lama dari rompi antikanker dapat mengunjungi RS tersebut untuk mendapat bantuan medis plus lanjut memakai rompi bila memang masih ingin.

Baca juga: Hasil Review Rompi Antikanker Warsito: Belum Disimpulkan Aman dan Bermanfaat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasien lama yang selama ini menggunakan ECCT diarahkan mendapat pelayanan standar di 8 RS pemerintah yang ditunjuk. Ada RS Hasan Sadikin, RS Dr Karyadi, RSCM, RS Sanglah, RS Persahabatan, RS Sardjito, RS Soetomo, RS Dharmais, dan RS lain yang bersedia," kata Tritarayati yang akrab disapa Tari kepada media saat ditemui di lingkungan Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2016).

"Inginnya kita edukasi masyarakat untuk kembali ke pelayanan konvensional. Tapi undang-undang mengatakan dan ada peraturannya otonomi pasien, bahwa kalau dia mau bisa tetap memakai ECCT tapi tentu akan diawasi," lanjut Tari.

Menurut Warsito sejak tahun 2012 sampai terakhir Desember 2016 ada sekitar 3.000 orang yang telah menggunakan rompi antikanker. Lab Edwar Technology tempatnya bekerja memang tak lagi menangani pasien tapi tetap akan terus mengembangkan alat.

"Datanya (pasien -red) akan di-follow up terus," kata Warsito ketika ditemui pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Mulai 27 Januari, Lab Dr Warsito Tak Layani Lagi Pasien Rompi Antikanker

(fds/vit)

Berita Terkait