Dinda Tetap Percaya Diri Meski Berkepala Plontos Akibat Kemoterapi

Dinda Tetap Percaya Diri Meski Berkepala Plontos Akibat Kemoterapi

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Senin, 15 Feb 2016 14:31 WIB
Dinda Tetap Percaya Diri Meski Berkepala Plontos Akibat Kemoterapi
Foto: Martha
Jakarta - Kemoterapi yang dijalani Dinda Nawangwulan sebagai bagian dari pengobatan kanker payudara yang diidapnya berefek samping rambut rontok. Bahkan kepalanya jadi gundul. Tapi Dinda tetap percaya diri.

Dinda terkena kanker payudara saat usianya 30 tahun. Saat itu, Dinda sempat mengindari kemoterapi karena tahu salah satu efek samping yang bisa terjadi adalah rasa tidak enak dan rambut yang rontok parah.

"Tapi, dokter bilang kalau 4 sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Jadi terpaksa harus menjalani kemoterapi," cerita Dinda yang saat ini berusia 40 tahun di sela-sela seminar yang digelar Indonesia Cancer Care Community (ICCC), di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (14/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kemoterapi usai, rambut Dinda memang tumbuh lagi. Namun awalnya pertumbuhan rambutnya tidak rata di seluruh kepala."Kkayak bayi nggak rata gitu. Jadi aku lebih milih buat botak licin aja rambut aku," kata Dinda.

Baca juga: Lembur dan Stres, Salah Satu Sebab Make Up Artist Ini Kena Kanker Payudara

Meski rambutnya rontok parah dan kemudian gundul, Dinda sama sekali tidak berusaha untuk menutupi kepalanya. Dia tetap tampil percaya diri.

"Aku sampai dibilang sekretaris security-lah, orang baru yah, atau kamu security ya karena penampilan aku laki banget. Aku cuma bilang iya aja. Lama-lama mereka juga tahu kondisi aku," lanjut Dinda.

Menurut Dinda, dengan keterbukaan kondisinya yang memang sedang bergulat melawan kanker payudara membantu dia dalam pekerjaan. Menurut dia itu memudahkannya dalam pekerjaan.

Baca juga: Begini Tips Survivor Kanker Payudara Hadapi Rasa Sakit Saat Kemoterapi

"Yang penting aku disiplin dan tanggung jawab sesuai kemampuan yang aku punya. Pokoknya nggak ada cerita ngumpet-ngumpet dan orang lain nggak boleh tau," kata perempuan yang saat ini merupakan pegawai kantor sebuah perusahaan migas ternama di Indonesia (vit/vit)

Berita Terkait