Citra Satelit dari Luar Angkasa Ungkap Risiko Kanker dan Obesitas

Citra Satelit dari Luar Angkasa Ungkap Risiko Kanker dan Obesitas

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 16 Feb 2016 10:33 WIB
Citra Satelit dari Luar Angkasa Ungkap Risiko Kanker dan Obesitas
Foto: Dailymail
Jakarta - Sebuah citra satelit bisa memetakan kerentanan terhadap risiko kanker dan obesitas. Para ilmuwan membuktikannya dalam sebuah laporan ilmiah baru-baru ini.

Para ilmuwan dari University of Haifa mengamati citra satelit dan membandingkannya dengan data kesehatan dari WHO (World Health Organisation). Hasilnya, tampak ada hubungan positif antara paparan cahaya di malam hari dengan peningkatan risiko berbagai jenis penyakit.

Teori yang menjelaskan hubungan ini adalah produksi melatonin, yakni hormon yang diproduksi untuk merespons kegelapan. Normalnya, produksi melatonin mencapai puncaknya pada malam hari dan menurun pada siang hari. Paparan cahaya terang di malam hari mengacaukan siklus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, para ilmuwand ari Leiden University melakukan eksperimen pada tikus. Paparan cahaya 24 jam selama 5 pekan membuat tikus-tikus tersebut lebih gemuk dibandingkan tikus yang dibiarkan dalam mengalami siklus gelap-terang, meski porsi makan dan aktivitas fisiknya disamakan.

Baca juga: Sindrom Lelah Kronis Banyak Serang Remaja Perempuan 

Menurut para ilmuwan, paparan cahaya selama 24 jam membuat jam biologis mengalami kekacauan. Dampaknya, proses pembakaran kalori menjadi lebih lambat dan risiko kegemukan meningkat.

Dikutip dari Dailymail, Selasa (16/2/2016), para ilmuwan memastikan hubungannya berdasarkan citra satelit dari US Defense Meteorogical Satellite Program. Dipublikasikan di Journal Chronobiology International, penelitian ini menemukan hubungan positif antara kanker payudara dengan paparan cahaya terang.

Sedangkan keterkaitannya dengan obesitas dibuktikan dalam penelitian terbaru. Penelitian yang dipublikasikan di The International Journal of Obesity tersebut menempatkan Eropa bagian barat sebagai wilayah dengan keterkaitan paling tinggi antara paparan cahaya di malam hari dengan kegemukan.

Baca juga: 'Hanya' Melototin Gadget 2 Jam Sehari, Sudah Begini Dampaknya  (up/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads