Para ilmuwan dari University of Haifa mengamati citra satelit dan membandingkannya dengan data kesehatan dari WHO (World Health Organisation). Hasilnya, tampak ada hubungan positif antara paparan cahaya di malam hari dengan peningkatan risiko berbagai jenis penyakit.
Teori yang menjelaskan hubungan ini adalah produksi melatonin, yakni hormon yang diproduksi untuk merespons kegelapan. Normalnya, produksi melatonin mencapai puncaknya pada malam hari dan menurun pada siang hari. Paparan cahaya terang di malam hari mengacaukan siklus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sindrom Lelah Kronis Banyak Serang Remaja Perempuan
Menurut para ilmuwan, paparan cahaya selama 24 jam membuat jam biologis mengalami kekacauan. Dampaknya, proses pembakaran kalori menjadi lebih lambat dan risiko kegemukan meningkat.
Dikutip dari Dailymail, Selasa (16/2/2016), para ilmuwan memastikan hubungannya berdasarkan citra satelit dari US Defense Meteorogical Satellite Program. Dipublikasikan di Journal Chronobiology International, penelitian ini menemukan hubungan positif antara kanker payudara dengan paparan cahaya terang.
Sedangkan keterkaitannya dengan obesitas dibuktikan dalam penelitian terbaru. Penelitian yang dipublikasikan di The International Journal of Obesity tersebut menempatkan Eropa bagian barat sebagai wilayah dengan keterkaitan paling tinggi antara paparan cahaya di malam hari dengan kegemukan.
Baca juga: 'Hanya' Melototin Gadget 2 Jam Sehari, Sudah Begini Dampaknya (up/vit)










































