Perut Nyeri dan Bengkak, Ternyata Gejala Kista di Indung Telur

Perut Nyeri dan Bengkak, Ternyata Gejala Kista di Indung Telur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 18 Feb 2016 17:08 WIB
Perut Nyeri dan Bengkak, Ternyata Gejala Kista di Indung Telur
Foto: thinkstock
Norfolk - Tiap kali ke dokter, wanita yang hanya diketahui berumur 22 tahun ini selalu mengeluh perutnya melilit dan juga membengkak dari waktu ke waktu. Namun ia tak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan atas kondisi yang dialaminya itu.

Dokter justru mengatakan nyeri di perutnya adalah gejala dari obesitas parah. Apalagi setelah dilihat dari BMI atau indeks massa tubuhnya, ia dilaporkan memiliki BMI sebesar 40 kg/meter. Artinya, ia tergolong sebagai seseorang dengan BMI tinggi atau obesitas 'tak wajar'.

Hingga akhirnya wanita ini merasa nyeri hebat di perut kirinya. Ia pun mendatangi IGD James Paget University Hospital, Norfolk untuk memeriksakan diri. Khawatir ada batu ginjal, dokter yang merawatnya saat itu akhirnya meminta wanita ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil scan wanita 22 tahun dengan kista ovarium (Foto: BMJ Case Reports)

Dari hasil ultrasound, barulah terlihat jika ada sebuah kista sebesar bola basket di ovarium wanita ini. Kista itu memanjang dari tulang kemaluan hingga ke sternum atau tulang dadanya, yaitu 26 cm dengan lebar 21 cm.

"Yang perlu dilakukan hanyalah ultrasound sederhana untuk melihat masalah apa yang terjadi pada pasien ini," kata Dr Partha Ray yang menangani wanita tersebut di James Paget University Hospital, Gorleston-on-Sea, Norfolk seperti dilaporkan Livescience.

Baca juga
: Lewat Pembalut Bekas, Dokter UI Bisa Mendiagnosis Kista Ovarium

Ray menambahkan, andai saja pasien ini tidak mengalami obesitas, dokter akan lebih mudah mendeteksi masalah kesehatan pada dirinya. "Karena jelas adalah masalah sehingga perutnya menggelembung seperti itu," imbuhnya.

Namun obesitas telah menutupi kista tersebut, padahal ukurannya sama seperti sebuah bola basket dan kista itu memenuhi seluruh rongga perutnya.

Hanya saja pada umumnya, kista pada ovarium berukuran kecil dan seringkali tidak terasa menyakitkan, apalagi membuat tidak nyaman. Kalaupun ada, kista ovarium bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tanpa perlu diobati.

Hanya saja kista ovarium juga dapat memicu gejala yang serius seperti ketika kistanya pecah atau berpindah dari panggul. "Dari riwayat medisnya kami melihat ia pernah mengalami embolisme paru (penyumbatan pada salah satu arteri utama paru-paru, red). Kondisi ini jarang ditemukan pada pasien yang begitu muda, tapi di sisi lain inilah yang membuat kistanya berisiko tinggi menjadi ganas," terang Ray.

Hasil scan wanita 22 tahun dengan kista ovarium (Foto: BMJ Case Reports)

Untungnya, CT scan memastikan wanita ini hanya memiliki kista yang sangat besar, bukannya tumor, sehingga tidak akan ada masalah.

Baca juga: Tergantung Jenisnya, Kista Tak Selalu Harus Dioperasi Kok

Akan tetapi pada akhirnya wanita ini mengalami sepsis atau kondisi serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh sebagai bentuk respons tubuh terhadap adanya infeksi. Untuk itu, tim dokter segera memberinya antibiotik dan membawanya ke ruang operasi.

Di sana wanita ini lantas menjalani laparotomy untuk mengangkat kistanya dan juga ovarium kirinya. Setelah berhasil, tim dokter memastikan kista yang ada di tubuh wanita ini hanya berisi enam liter cairan yang bercampur darah. (lll/vit)

Berita Terkait