Ikan, Kodok Hingga Nyamuk Modifikasi Dikerahkan Basmi Virus Zika

Ikan, Kodok Hingga Nyamuk Modifikasi Dikerahkan Basmi Virus Zika

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 03 Mar 2016 09:35 WIB
Ikan, Kodok Hingga Nyamuk Modifikasi Dikerahkan Basmi Virus Zika
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Wabah Zika merebak di Amerika Latin. Virus ini menumpang pada nyamuk yang masih satu spesies dengan Aedes aegypti, yang selama ini dikenal sebagai pemicu demam berdarah.

Berbagai cara pun dilakukan demi mengatasi persoalan ini dengan mengerahkan ratusan ikan, katak dan serangga yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menyerang nyamuk-nyamuk pembawa virus Zika.

Di San Diego Beach, El Salvador, para nelayan menggunakan ikan jenis fat sleeper untuk melahap larva nyamuk. "Mereka memakan seluruh larva nyamuk di dalam barel-barel di mana kami menyimpan air," tutur salah satu nelayan setempat, Rafael Gonzales (30).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sang penggagas, Marielos Sosa, untuk mewujudkan program ini, setiap warga ikut mengambil peranan. Anak-anak dan remaja berinisiatif menangkap ikan-ikan fat sleeper di muara, sedangkan penduduk dewasa mengawasi cadangan air di rumah masing-masing.

Mereka bahkan tak perlu melakukan fumigasi seperti halnya yang dilakukan kota-kota lain di Amerika Latin untuk mencegah persebaran Zika. "Fumigasi memang hanya bisa mengurangi populasi nyamuk dewasa, tetapi tidak begitu efektif memberantas nyamuk yang masih berbentuk larva," jelas Carissa Etienne, kepala Pan American Health Organization, seperti dilaporkan Strait Times.

Di Argentina juga sedang marak penjualan katak secara daring. Sama halnya dengan ikan, katak juga dikenal luas sebagai pemakan nyamuk, meskipun yang disasar kebanyakan nyamuk dewasa.

Katak-katak ini dibanderol dengan harga 7 dollar AS (Rp 92.000) per ekornya dan laris manis di negara tersebut meski kasus Zikanya tidak seburuk di negara Amerika Latin lainnya.

Baca juga: Bukan Zika, Mikrosefali Disebabkan oleh Insektisida? Ini Kata Peneliti

Lain di El Salvador, lain pula yang dilakukan ilmuwan dari Kolombia. Sebagai negara dengan dampak terbesar kedua setelah Brazil, peneliti di Antioquia University berupaya melumpuhkan nyamuk pembawa virus Zika dengan jenis mereka sendiri.

Nyamuk-nyamuk ini telah dimodifikasi secara khusus atau telah disusupi oleh bakteri yang dikenal sebagai Wolbachia. Bakteri ini telah lama diketahui dapat menghambat kemampuan nyamuk untuk menyebarkan penyakit pada manusia. Wolbachia sebelumnya juga telah digunakan untuk mengentaskan penyakit demam berdarah.

"Mungkin tak ada yang bisa memusnahkan nyamuk Aedes aegypti sepenuhnya. Jadi tujuannya adalah menjaga agar jumlahnya menurun sehingga tidak dapat menyebarkan penyakit," tutur direktur proyek, Ivan Dario Velez.

Nyamuk yang telah disusupi Wolbachia akan dilepas ke alam bebas agar kawin dengan nyamuk pembawa virus Zika agar nyamuk tersebut tak dapat menghasilkan larva yang membawa Zika. Peneliti di Meksiko bahkan mencoba menghentikan perkembangbiakan nyamuk dengan memanfaatkan radiasi.

Mereka berharap dengan cara itu, nyamuk pejantan menjadi steril atau mandul agar populasi nyamuk berkurang, dan virus Zika kehilangan 'tumpangannya' untuk menyebar ke manusia.

Baca juga: Kepunahan Nyamuk Bukan Solusi Cegah DBD, Zika dan Malaria (lll/vit)

Berita Terkait