Peringati Hari Kelainan Bawaan, WHO Amati Kasus Mikrosefali

World Birth Defects Day

Peringati Hari Kelainan Bawaan, WHO Amati Kasus Mikrosefali

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 03 Mar 2016 18:33 WIB
Peringati Hari Kelainan Bawaan, WHO Amati Kasus Mikrosefali
Foto: BBC Magazine
Jakarta - Peringatan hari kelainan bawaan sedunia (World Birth Defects Day) tahun ini bertepatan dengan wabah Zika yang mengguncang dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi perhatian khusus pada mikrosefali atau lingkar kepala kecil.

Dikutip dari rilisnya untuk wartawan, WHO meluncurkan jejaring surveilans berbasis web untuk mendata kelainan bawaan di 150 rumah sakit di 8 negara. Surveilans ini dilakukan terkait status Public Health Emergency of International Concern atas peningkatan kasus mikrosefali di Amerika Latin.

"Ini untuk memonitor kejadian mikrosefali di regional Asia Tenggara," demikian dikutip dari rilis WHO SEARO (South East Asia Regional Office), Kamis (3/3/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bayi Pertama yang Lahir dengan Mikrosefali Akibat Zika Lahir di Amerika

WHO-SEARO mencatat kelainan bawaan yang paling sering ditemukan di Asia Tenggara adalah kelainan jantung, kelainan tabung saraf (Neural Tube Defects), serta Down's syndrome. Kelainan-kelainan paling parah ditemukan di lingkungan menengah ke bawah.

Kelainan bawaan merupakan penyebab utama kelahiran mati dan kematian pada bayi baru lahir. Anak-anak dengan kelainan bawaan yang bertahan hidup sering mengalami disabilitas.

Hari kelainan bawaan sedunia atau World Birth Defects Day diperingati tiap tanggal 3 Maret, diinisiasi sejak tahun lalu oleh global health organizations. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran terhadap kelainan bawaan yang merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak.

Baca juga: Bukan Zika, Mikrosefali Disebabkan oleh Insektisida? Ini Kata Peneliti

(up/vit)

Berita Terkait