Dikutip dari rilisnya untuk wartawan, WHO meluncurkan jejaring surveilans berbasis web untuk mendata kelainan bawaan di 150 rumah sakit di 8 negara. Surveilans ini dilakukan terkait status Public Health Emergency of International Concern atas peningkatan kasus mikrosefali di Amerika Latin.
"Ini untuk memonitor kejadian mikrosefali di regional Asia Tenggara," demikian dikutip dari rilis WHO SEARO (South East Asia Regional Office), Kamis (3/3/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO-SEARO mencatat kelainan bawaan yang paling sering ditemukan di Asia Tenggara adalah kelainan jantung, kelainan tabung saraf (Neural Tube Defects), serta Down's syndrome. Kelainan-kelainan paling parah ditemukan di lingkungan menengah ke bawah.
Kelainan bawaan merupakan penyebab utama kelahiran mati dan kematian pada bayi baru lahir. Anak-anak dengan kelainan bawaan yang bertahan hidup sering mengalami disabilitas.
Hari kelainan bawaan sedunia atau World Birth Defects Day diperingati tiap tanggal 3 Maret, diinisiasi sejak tahun lalu oleh global health organizations. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran terhadap kelainan bawaan yang merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak.
Baca juga: Bukan Zika, Mikrosefali Disebabkan oleh Insektisida? Ini Kata Peneliti
(up/vit)











































