Dr Francois Majo dari University of Lausanne, Swiss, melakukan penelitian terhadap prosedur posterior phakic lens implantation dan pengaruhnya terhadap kemungkinan munculnya katarak. Hasilnya penelitian menyebut pasien yang melakukan ini dapat terserang katarak dalam waktu 10 tahun.
"Hasil ini sangat mengagetkan karena tidak pernah ada informasi soal ini sebelumnya. Operasi lensa mata harus dipantau karena ada risiko glaukoma akibat tekanan berlebih pada mata," tutur Majo, dikutip dari Reuters, Minggu (6/3/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posterior phakic lens implantation adalah prosedur pemasangan implan lensa mata dengan memotong bagian luar kornea. Lensa mata implan dimasukkan ke belakang iris dan menutupi lensa mata asli.
Penelitian ini dilakukan kepada 78 pasien, dengan jumlah mata yang dioperasi 133 buah. Setelah 10 tahun ditemukan bahwa operasi katarak dilakukan kepada 18 mata.
Ditemukan juga adanya peningkatan tekanan mata yang sangat tinggi pada pasien. Hal ini berbahaya karena dapat menyebabkan pasien mengalami glaukoma, salah satu gangguan penglihatan yang tidak bisa dikembalikan dengan operasi.
Dr Stephen McLeod dari University of California, San Francisco, mengatakan bahwa hasil ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Mata rentan mengalami komplikasi setelah operasi implan, termasuk katarak dan glaukoma.
"Operasi ini membuat seseorang memiliki dua lensa mata, satu asli dan satu implan. Jika lensa asli tak dicabut, tentunya, ada kemungkinan lensa implan mengakibatkan kerusakan pada lensa asli, baik itu trauma maupun kekurangan nutrisi," tutur McLeod.
Baca juga: 10 Tahun Buta Sebagian, Ray Bisa Melihat Lagi Berkat 'Mata Bionik'
(mrs/vit)











































