Belajar Olahraga Baru di Usia Paruh Baya Bantu Pertajam Fungsi Otak

Belajar Olahraga Baru di Usia Paruh Baya Bantu Pertajam Fungsi Otak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 07 Mar 2016 17:03 WIB
Belajar Olahraga Baru di Usia Paruh Baya Bantu Pertajam Fungsi Otak
Foto: thinkstock
Jakarta - Olahraga bisa dilakukan orang dari segala usia. Bahkan, ketika usia sudah paruh baya tapi masih bersemangat mempelajari jenis olahraga tertentu, hal itu bisa berdampak positif bagi kesehatan otak lho.

Setidaknya, itulah hasil studi yang dilakukan peneliti di Center for the Study of Motor Learning and Brain Repair di Johns Hopkins University, Baltimore. Dalam studi ini disebutkan belajar berenang, bermain tenis, naik sepeda, ski, bahkan snowboard bisa memperkuat struktur otak.

"Bahkan, penguatan otak yang terjadi sama caranya dengan ketika orang usia paruh baya mengisi teka-teki silang atau melakukan maraton, yang bisa berefek positif bagi kekuatan otak," tutur salah satu peneliti yang juga profesor neurologi dan direktur Center for the Study of Motor Learning and Brain Repair di Johns Hopkins University, Baltimore, Dr John Krakauer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari New York Times, Senin (7/3/2016), Krakauer mengatakan penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa bermain angka, mengingat nama, menulis puisi, dan belajar bahasa baru bisa meningkatkan fungsi otak. Nah, dengan studi yang ia lakukan bersama timnya, ditemukan kegiatan lain yang bisa menambah fungsi otak yakni mempelajari jenis olahraga tertentu.

Baca juga: Asuh Cucu Seminggu Sekali Bantu Otak Kakek-Nenek Tetap Sehat

Studi ini menggunakan hewan percobaan di mana ketika mereka berjalan atau melakukan kegiatan fisik yang tidak biasanya, terdapat peningkatan jumlah sel-sel otak yang baru yang berkaitan dengan bagian otak untuk berpikir dan mengingat.

"Di sini kami berusaha mengedepankan keterampilan motorik di mana kebanyakan orang berpikir bahwa tidak terlalu penting mengasah keterampilan motorik ketika kita dewasa. Tapi nyatanya, dengan sedikit mempelajari olahraga yang baru bagi kita saja, itu sudah bisa memperkuat otak kita," terang Krakauer.

Studi di tahun 2014 pun menemukan bahwa otak tikus yang diperkenalkan pada aktivitas fisik baru mengalami perubahan ke arah yang lebih baik secara signifikan. Dalam studi tersebut, tikus percobaan diberi roda berjalan yang lebih rumit dan anak tangga yang jaraknya tidak teratur sehingga si tikus harus berhati-hati dan berjalan dengan pola baru dari biasanya.

Baca juga: Wah, Jus Jeruk Diyakini Ampuh Bantu Pertahankan Fungsi Otak Lansia (rdn/vit)

Berita Terkait