Setidaknya, itulah hasil studi yang dilakukan peneliti di Center for the Study of Motor Learning and Brain Repair di Johns Hopkins University, Baltimore. Dalam studi ini disebutkan belajar berenang, bermain tenis, naik sepeda, ski, bahkan snowboard bisa memperkuat struktur otak.
"Bahkan, penguatan otak yang terjadi sama caranya dengan ketika orang usia paruh baya mengisi teka-teki silang atau melakukan maraton, yang bisa berefek positif bagi kekuatan otak," tutur salah satu peneliti yang juga profesor neurologi dan direktur Center for the Study of Motor Learning and Brain Repair di Johns Hopkins University, Baltimore, Dr John Krakauer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Asuh Cucu Seminggu Sekali Bantu Otak Kakek-Nenek Tetap Sehat
Studi ini menggunakan hewan percobaan di mana ketika mereka berjalan atau melakukan kegiatan fisik yang tidak biasanya, terdapat peningkatan jumlah sel-sel otak yang baru yang berkaitan dengan bagian otak untuk berpikir dan mengingat.
"Di sini kami berusaha mengedepankan keterampilan motorik di mana kebanyakan orang berpikir bahwa tidak terlalu penting mengasah keterampilan motorik ketika kita dewasa. Tapi nyatanya, dengan sedikit mempelajari olahraga yang baru bagi kita saja, itu sudah bisa memperkuat otak kita," terang Krakauer.
Studi di tahun 2014 pun menemukan bahwa otak tikus yang diperkenalkan pada aktivitas fisik baru mengalami perubahan ke arah yang lebih baik secara signifikan. Dalam studi tersebut, tikus percobaan diberi roda berjalan yang lebih rumit dan anak tangga yang jaraknya tidak teratur sehingga si tikus harus berhati-hati dan berjalan dengan pola baru dari biasanya.
Baca juga: Wah, Jus Jeruk Diyakini Ampuh Bantu Pertahankan Fungsi Otak Lansia (rdn/vit)











































