Oleh karena itu sering dibilang bahwa makanan yang tinggi kolesterol baik seperti alpukat, minyak zaitun, dan ikan dapat menjaga kesehatan kardiovaskular. Namun demikian ketika peneliti dengan sengaja meningkatkan HDL memakai obat, tak semuanya berhasil mengurangi risiko penyakit.
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi tengah diteliti dan petunjuk mengarah pada mutasi langka gen bernama SCARB1 pada beberapa orang. Mutasi gen tersebut membuat HDL dalam tubuh menjadi tinggi tetapi tak efektif karena hilang kemampuannya menarik lemak ke hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Adam Butterworth dari University of Cambridge selaku salah satu peneliti mengatakan orang dengan mutasi SCARB1 risiko untuk serangan jantungnya tinggi. Ada peningkatan risiko serangan jantung hingga 80% meski rata-rata tingkat kolesterol baiknya di atas kebanyakan orang umumnya.
"Ini adalah temuan signifikan karena selama ini kita percaya bahwa kolesterol baik diasosiasikan dengan risiko penyakit jantung yang minim," kata Butterworth seperti dikutip dari BBC pada Jumat (11/3/2016).
"Ini studi pertama yang menunjukkan bahwa pada beberapa orang kolesterol baik yang tinggi malah meningkatkan risiko sakit jantung. Jadi melawan pengetahuan konvensional tentang apakah kolesterol baik ini benar bisa melindungi orang dari penyakit jantung atau tidak," lanjutnya.
Saran yang diambil peneliti dalam studi yang dilaporkan di jurnal Science ini adalah melakukan skrining genetik untuk orang dengan kadar kolesterol baik tinggi. Gunanya untuk mengetahui apakah seseorang benar memang sehat atau ada mutasi yang menyebabkannya.
Baca juga: Tips Agar Jantung Tetap Sehat (fds/vit)











































