Peneliti dari University of Alabama mengatakan bahwa keberadaan beberapa tato di tubuh ternyata mampu meningkatkan sistem imun. Akibatnya orang yang punya banyak tato mungkin jadi lebih resistan terhadap infeksi dan jarang sakit umum seperti flu.
Dr Christopher Lynn selaku salah satu peneliti menjelaskan bagaimana cara kerja tato meningkatkan sistem imun dimulai dari respons sakit yang diberikan saat proses menato. Pertama kali mendapat tato rasanya tentu sakit, tapi kemudian yang berikutnya akan terasa berkurang sakitnya dan Lynn menyamakan hal ini seperti olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dilakukan dengan mengukur tingkat hormon stres kortisol dan antibodi immunoglobulin A dari partisipan sebelum dan sesudah sesi tato. Dari situ Lynn tahu bahwa ketika seseorang ditato pertama kali maka imunitasnya akan turun drastis karena tertekan oleh hormon kortisol yang dikeluarkan tubuh sebagai respon stres.
Nah pada orang yang sering ditato, kortisol yang dikeluarkan lebih sedikit sehingga lebih banyak immunoglobulin yang tersedia. Ditambah lagi tubuh yang sering ditato juga memiliki respons immunologi lebih tinggi karena biasa terstimulasi.
"Saat mendapat respon stres pertama, tubuh akan berusaha mengembalikan keadaan. Namun ketika Anda menambahkan stres berulang kali, tubuh secara otomatis akan menetapkan standarnya ke lebih tinggi," kata Lynn seperti dikutip dari MedicalDaily, Jumat (11/3/2016).
Terkait hal ini peneliti mengingatkan juga agar orang yang sedang sakit agar jangan ditato. Alasannya seperti yang sudah dijelaskan bahwa hormon stres akan keluar dan menekan imunitas tubuh.
Baca juga: 5 Risiko Kesehatan yang Harus Dipikirkan Sebelum Bikin Tato (fds/vit)











































