Cara mengatasi sakit kepala rupanya menarik perhatian para ilmuwan. Mereka pun membuat aneka riset untuk mengatasi sakit kepala menyeluruh ataupun sakit kepala sebelah (migrain). Dirangkum dari berbagai sumber, ini saran pakar untuk mengatasi sakit kepala:
1. Pakai Obat Gosok Beraroma Mint
|
Foto: Getty Images
|
Namun, beberapa ilmuwan memperingatkan bahwa pasien migrain mungkin sangat sensitif terhadap bau mint sehingga justru menimbulkan rasa tidak tidak nyaman.
2. Minum
|
Foto: Thinkstock
|
Jika kepala pusing dan kesemutan dirasakan setelah 30 menit atau kurang, bisa jadi kebutuhan cairan belum terpenuhi, bahkan sebelum Anda berolahraga. Apalagi jika Anda berolahraga setelah seharian bekerja atau melakukan aktivitas fisik berat.
Kondisi cuaca yang panas juga memengaruhi keluarnya keringat, yang dapat membuat Anda kekurangan cairan lebih cepat.
3. Gigit Pensil
|
Foto: thinkstock
|
Disfungsi TMJ (temporomandibular joint) juga bisa membuat tekanan yang berujung pada sakit kepala. Biasanya terjadi karena sering mengencangkan rahang ataupun menggemerutukkan gigi saat tidur. dr Jane Leonard pun menyarankan menggigit pensil untuk membantu mengendurkan otot rahang.
"Ini merupakan latihan untuk mengendurkan otot-otot yang terlibat dalam fungsi mengunyah," ucap Leonard yang memiliki sejumlah klinik di London and Manchester.
4. Tidur
|
Foto: ist
|
Berapa lamanya tidur, dr Andra menyebut tidak ada patokan, karena tergantung kebiasaan dan kebutuhan masing-masing orang. Intinya, dengan tidur seseorang bisa terhindar dari aktivitas atau sesuatu yang menimbulkan tekanan baginya. Dengan tidur pun, akan terjadi proses relaksasi sehingga kerja jantung serta aliran darah lebih lambat.
5. Meditasi
|
Foto: thinkstock
|
Dalam studi pertama, para peneliti memeriksa peserta lansia berusia 55-90 tahun yang mengalami beberapa gangguan kognitif ringan. Beberapa peserta berlatih MBSR selama delapan minggu dan penelitian ini dihentikan saat peserta merasa ada peningkatan pada bagian otak yang berhubungan dengan memori. Para peserta yang berlatih MBSR selama delapan minggu juga mengaku migrain yang dialami tidak terlalu parah, dibandingkan mereka yang tidak berlatih MBSR.
Halaman 2 dari 6
