Fase pra-menstruasi (Premenstrual Syndrome/PMS) hingga masa menstruasi sering kali membuat para wanita cemas. Selain gejolak emosi dan lonjakan nafsu makan, angka timbangan yang mendadak stuck atau naik kerap memicu rasa frustrasi.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan stagnasi berat badan saat menjelang maupun selama periode haid merupakan respons tubuh yang sangat wajar. Menurutnya, lonjakan angka tersebut murni dipengaruhi oleh faktor hormonal.
"Kalau lagi haid, itu kan memang ada kaitan dengan hormonal. Biasanya memang nafsu makan jadi tinggi, terus berat badan stuck juga, padahal sudah defisit kalori kayak biasanya, terus udah olahraga juga. Itu biasa terjadi, sebenarnya itu normal," tutur dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Yaze menjelaskan, pemicu utama berat badan seolah tidak bergerak turun saat menstruasi bukanlah akibat penumpukan lemak baru, melainkan fenomena penumpukan cairan sementara alias retensi cairan di dalam jaringan tubuh.
"Karena kalau lagi haid, kita ada retensi cairan. Itu adalah penumpukan penahanan air di dalam tubuh," kata dr Yaze.
"Nanti begitu selesai haid, itu akan kembali lagi. Jadi retensi cairannya juga sudah selesai, terus biasanya berat badannya akan mulai turun pelan-pelan lagi," paparnya.
Tips Nimbang Berat Badan Biar Gak Stres
Guna menyiasati kecemasan akibat fluktuasi angka timbangan saat haid, dr Yaze mengimbau para wanita untuk tidak menimbang berat badan setiap hari. Evaluasi berat badan idealnya dilakukan berkala setiap dua minggu atau satu bulan sekali.
Selain itu, ia membagikan waktu paling ideal untuk mendapatkan angka berat badan yang paling akurat, yakni di pagi hari setelah bangun tidur dan menyelesaikan buang air besar (BAB) maupun buang air kecil (BAK).
"Pakai baju tipis misalnya, terus timbang berat badan. Itu baru berat badanmu yang sesungguhnya. Bukan yang pas malam atau pas sore, karena sudah makan," jelasnya.
