Ada operasi sedot lemak yang menghisap lemak berlebih di tubuh atau ada juga operasi bariatrik di mana lambung dikecilkan agar mudah kenyang. Selain itu ada juga obat-obat pelangsing yang mengandung senyawa penghancur lemak fosfatidilkolin.
Lalu kapan seseorang harus memilih terapi tertentu? Ahli biomedik Dr dr Reza Yuridian Purwoko, SpKK, dari Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan semua tergantung kondisi pasiennya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi Sebut Operasi Bariatrik Bisa Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seksual
Beberapa orang misalnya mungkin bisa mengambil manfaat dari operasi sedot lemak saja, tapi kadang ada juga yang harus didukung bantuan obat-obatan. Atau bisa juga sebaliknya karena kondisinya tak memungkinkan untuk operasi, maka dengan obat saja sudah cukup.
"Ada orang yang mungkin budgetnya cukup untuk obat dulu, jadi bisa disuntik aja cukup. Kadang ada yang operasi saja enggak cukup karena maaf saking beratnya terus dokter lihat kolesterol tinggi, perlu obat juga," kata dr Reza.
Kelebihan dari terapi operasi umumnya adalah efeknya yang cepat dan relatif aman namun memang membutuhkan biaya yang lebih besar. Sementara itu terapi dengan obat pelangsing bisa lebih murah namun tak bisa menunjukkan hasil yang cepat dan terkadang pada beberapa orang menimbulkan efek samping.
Menurut dr Reza dan telah dibuktikan oleh studi yang ada bahwa hal itu terjadi karena zat tambahan dalam sediaan obat yaitu sodium deksikolat (SD) yang dapat menyebabkan nekrosis (kematian sel) dan menimbulkan inflamasi. Gejala yang muncul bisa bercak kemerahan, rasa tersengat, rasa nyeri, pembengkakan kulit, dan pada beberapa kasus kerusakan kulit akibat luka pascasuntikan.
Baca juga: Salah Minum Obat Pelangsing Bisa Bikin Menopause Dini (fds/up)











































