5 Fakta Unik Air Liur: Mengandung Hormon dan Bantu Cegah Penyakit Mulut

5 Fakta Unik Air Liur: Mengandung Hormon dan Bantu Cegah Penyakit Mulut

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 16 Mar 2016 15:06 WIB
5 Fakta Unik Air Liur: Mengandung Hormon dan Bantu Cegah Penyakit Mulut
Foto: thinkstock
Jakarta - Siapa bilang air liur hanya berfungsi untuk 'membasahi' mulut? Air liur juga memiliki fungsi lain, salah satunya membantu mencegah penyakit, terutama di area mulut.

Selain itu, air liur juga bukan hanya terdiri dari air tapi juga mengandung hormon. Seperti disampaikan oleh profesor biologi dari King College, London, Gordon Proctor, bahwa air liur memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. "Air liur adalah zat yang luar biasa. Tak cuma air, tapi juga banyak komponen yang unik," tuturnya.

Berikut 5 fakta unik tentang air liur, seperti dirangkum detikHealth pada Rabu (16/3/2016):

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Cara-cara Lindungi Diri dari Paparan Kuman yang Dinilai Sia-sia


1. Mengandung hormon

Foto: thinkstock
Menurut Proctor, air ludah pria dan wanita sama-sama mengandung hormon. Termasuk di antaranya testosteron, estrogen, progesteron, kortison dan melatonin. "Hormon-hormon seperti testosteron dan estrogen larut dalam lemak, sehingga mudah melewati dinding sel dan masuk ke dalam kelenjar ludah," ujar Proctor.

Meskipun demikian, sampai saat ini Proctor mengaku belum mengetahui secara pasti apa fungsi keberadaan hormon-hormon tersebut dalam air liur. Menurutnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hal tersebut.

Selain hormon, air liur juga diketahui mengandung kalsium, senyawa antibakteri dan sel- sel lainnya dari lapisan mulut. Itulah sebabnya mengapa tes air liur juga dapat digunakan untuk menganalisis DNA.

2. Ada berbagai jenis dan fungsi

Foto: thinkstock
Air liur diproduksi oleh kelenjar ludah, yang terdiri atas tiga bagian yakni di pipi (kelenjar parotis), rahang (submandibula) dan di bawah lidah (sublingual). Masing-masing memproduksi air liur dengan formula yang sedikit berbeda.

"Kelenjar parotis menghasilkan ludah berair, yang membantu melembabkan makanan ketika Anda mengunyah. Air liur dari bawah lidah khusus melapisi bagian dalam mulut ketika Anda tidak makan," tutur Proctor.

3. Produksinya bisa 'otomatis' naik

Foto: thinkstock
Ketika kita melihat dan mencium makanan, otak memberikan sinyal pada kelenjar ludah untuk menghasilkan air liur lebih banyak. "Bahkan produksinya akan semakin banyak ketika kita mulai mengunyah. Ini terjadi secara otomatis dan tanpa kita sadari," ujar Proctor.

4. Cegah penyakit mulut

Foto: Thinkstock
Menurut pakar kesehatan gigi Dr Mervyn Druian, keberadaan air liur juga penting dalam membantu mencegah kerusakan gigi dan erosi. Ia menjelaskan bahwa air liur mengandung komposisi yang dapat menetralkan keasaman. Selain itu, air liur juga memiliki senyawa antibakteri yang membantu menghilangkan bakteri penyebab plak.

Proctor menambahkan, jika tidak ada air liur, maka Anda akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi seperti sariawan dan penyakit gusi., "kata Profesor Proctor.

5. Bantu prediksi kanker dan diabetes

Foto: thinkstock
Saat ini, The University of California tengah meneliti kemungkinan air liur bisa digunakan untuk melihat apakah seseorang memiliki infeksi seperti virus papiloma manusia, yang terkait dengan kanker serviks. Para ilmuwan juga sedang mengembangkan cara menggunakan air liur untuk memantau kondisi seperti diabetes. Diharapkan cara ini kelak akan lebih murah dan mudah dibandingkan tes urine atau darah.

Halaman 2 dari 6
Menurut Proctor, air ludah pria dan wanita sama-sama mengandung hormon. Termasuk di antaranya testosteron, estrogen, progesteron, kortison dan melatonin. "Hormon-hormon seperti testosteron dan estrogen larut dalam lemak, sehingga mudah melewati dinding sel dan masuk ke dalam kelenjar ludah," ujar Proctor.

Meskipun demikian, sampai saat ini Proctor mengaku belum mengetahui secara pasti apa fungsi keberadaan hormon-hormon tersebut dalam air liur. Menurutnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hal tersebut.

Selain hormon, air liur juga diketahui mengandung kalsium, senyawa antibakteri dan sel- sel lainnya dari lapisan mulut. Itulah sebabnya mengapa tes air liur juga dapat digunakan untuk menganalisis DNA.

Air liur diproduksi oleh kelenjar ludah, yang terdiri atas tiga bagian yakni di pipi (kelenjar parotis), rahang (submandibula) dan di bawah lidah (sublingual). Masing-masing memproduksi air liur dengan formula yang sedikit berbeda.

"Kelenjar parotis menghasilkan ludah berair, yang membantu melembabkan makanan ketika Anda mengunyah. Air liur dari bawah lidah khusus melapisi bagian dalam mulut ketika Anda tidak makan," tutur Proctor.

Ketika kita melihat dan mencium makanan, otak memberikan sinyal pada kelenjar ludah untuk menghasilkan air liur lebih banyak. "Bahkan produksinya akan semakin banyak ketika kita mulai mengunyah. Ini terjadi secara otomatis dan tanpa kita sadari," ujar Proctor.

Menurut pakar kesehatan gigi Dr Mervyn Druian, keberadaan air liur juga penting dalam membantu mencegah kerusakan gigi dan erosi. Ia menjelaskan bahwa air liur mengandung komposisi yang dapat menetralkan keasaman. Selain itu, air liur juga memiliki senyawa antibakteri yang membantu menghilangkan bakteri penyebab plak.

Proctor menambahkan, jika tidak ada air liur, maka Anda akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi seperti sariawan dan penyakit gusi., "kata Profesor Proctor.

Saat ini, The University of California tengah meneliti kemungkinan air liur bisa digunakan untuk melihat apakah seseorang memiliki infeksi seperti virus papiloma manusia, yang terkait dengan kanker serviks. Para ilmuwan juga sedang mengembangkan cara menggunakan air liur untuk memantau kondisi seperti diabetes. Diharapkan cara ini kelak akan lebih murah dan mudah dibandingkan tes urine atau darah.

(ajg/up)

Berita Terkait