Konferensi yang diadakan pada 17 Maret 2016 ini menunjukkan kasus penanganan penyakit jantung oleh Prof Santoso dengan teknologi stent terbaru bernama Bioresorbable Vascular Scaffold (BVS). Tujuan dari pemasangan BVS ini hampir sama seperti pemasangan stent biasanya yaitu untuk membuka penyempitan pembuluh darah, hanya saja stent BVS dapat meresap ke pembuluh darah dengan sendirinya dan menjadi bagian dari dinding pembuluh.
Sekitar 5.000 ahli jantung dari 20-30 negara di Asia ingin menyaksikan operasi Prof Santoso karena pemasangan stent BVS ini memang perlu teknik khusus. Karena bahan BVS lebih tebal dari stent umumnya, maka untuk kasus penyempitan yang kompleks Prof Santoso perlu menunjukkan beberapa alat dan teknik yang telah ia buktikan hasilnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Utak-atik Jantung Pakai Kawat, Sembuhnya Jauh Lebih Cepat
![]() |
Operasi untuk melakukan penerapan BVS masih jarang dilakukan di dunia. Oleh karena itu Prof Santoso dengan pengalamannya diminta berbagi dan memberikan contoh langsung penanganan kasus.
Diketahui pasien yang ditangani oleh Prof Santoso untuk demonstrasi ini berjenis kelamin laki-laki berusia paruh baya. Operasi memakan waktu sekitar 2 jam mulai dari pembedahan awal, pembukaan pembuluh darah, pemasangan stent, dan finishing.
"Kasus yang ini memang sulit dan mereka tadi kan suka nanya kalau ketemu seperti ini harus dikerjakan enggak. Ya jadi kasus sulit yang mereka sendiri bahkan enggak mau mengerjakannya," kata Prof Santoso.
"Ini suatu kehormatan bagi negara kita sebetulnya," tutupnya. (fds/up)












































