Sebetulnya kasus kematian tersebut bisa dicegah apabila ibu atau anak mendapatkan tes diagnosis dini. Hanya saja masalahnya infrastruktur jalan di Malawi belum memadai sehingga petugas kesehatan tak bisa mencakup seluruh wilayah pemukiman yang ada untuk melakukan tes.
Kepala Penanggulangan HIV Judith Sherman dari United Nations Children's Fund (UNICEF) belakangan punya solusi untuk mengatasi hal ini dan mencoba menggunakan drone. Jadi bila biasanya sampel darah dari desa-desa terpencil diantar oleh kurir dengan motor melewati jalan tanah berliku, drone dipakai untuk mengangkat sampel dengan cepat ke laboratorium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya awalnya tak tahu mengenai drone," kata Sherman yang mengaku mendapat idenya setelah membaca-baca majalah tentang drone pengantar pizza seperti dikutip dari BBC pada Jumat (18/3/2016).
"Drone ini bisa dipakai untuk memecahkan masalah logistik mengantarkan kasus HIV/AIDS dengan cepat dari daerah pedesaan di Malawi," lanjutnya.
Dengan kemampuan angkat sampai 1 kilogram, drone hasil kerja sama UNICEF dengan perusahaan Matternet ini mampu beroperasi secara otomatis. Petugas hanya perlu menjalankan aplikasi di smartphonenya lalu memasukkan kata sandi dan drone dengan sendirinya akan mulai terbang melewati titik-titik yang telah ditentukan.
Tes jalan awal saat ini telah dilakukan dan besar harapan ke depannya teknologi bisa digunakan juga untuk wilayah-wilayah terpencil lainnya.
"Mereka (warga -red) awalnya ketakutan. Ini adalah area-area tradisional di mana mereka pernah melihat pesawat sebelumnya tapi tak pernah yang seperti ini," ujar petugas kesehatan Joanna Mwale menambahkan warga harus diberitahu terlebih dahulu bahwa drone terbang bukan karena sihir dukun.
Baca juga: WHO: Indonesia Jadi Salah Satu Negara yang Keamanan Jalannya Buruk (fds/up)











































