Jumat, 08 Apr 2016 11:04 WIB

Tempelkan Kapas Beralkohol ke Udel Bisa Redakan Flu? Ini Kata Dokter

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di media sosial beredar kabar cara mudah meredakan flu adalah dengan menempelkan kapas beralkohol ke udel atau pusar. Benarkah cara rumahan ini efektif?

dr RHM Nawawi Akip belum pernah mendengar efektivitas cara ini untuk mengatasi batuk dan pilek karena flu. Namun menurutnya tidak ada hubungan antara alkohol yang ditempatkan pada pusar dengan flu.

"Saya sih belum pernah denger seperti itu ya. Namun, secara medis itu tidak ada hubungan sama sekali atau memberi pengaruh kepada pasien yang mengalami flu atau batuk pilek," tutur dokter yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, saat berbincang dengan detikHealth, Kamis (7/4/2016).

Hal senada disampaikan dr Fajar Pradhana Putra dari RSUD Hanafiah Batusangkar, Sumatra Barat. "Nggak ada hubungan antara kapas isi alkohol yang ditaruh di pusar dengan flu dan batuk. Kan flu dan bantuk pilek urusannya dari kepala sampai dada doang tidak sampai ke pusar," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Baca juga: Kata Pakar Soal Sup Ayam untuk Atasi Flu dan Pengobatan Rumahan Lainnya

Jika ingin meredakan flu dengan cara alami, dr Nawawi menganjurkan beberapa cara. Cara-caranya antara lain mengonsumsi makanan hangat atau pedas, hingga meningkatkan suhu ruangan sehingga tubuh dapat mengeluarkan keringat.

Agar bernapas lebih lancar, beberapa orang yang sedang pilek meninggikan posisi kepala dengan bantuan bantal. Namun dr Fajar tidak menganjurkannya. "Beberapa orang memang nyaman dengan posisi itu. Tapi posisi itu akan membuat cairan turun ke belakang, tidak masalah kalau ke pencernaan, tetapi kalau ke pernapasan akan menjadi batuk-batuk," jelasnya.

Terkait meletakkan kapas beralkohol di pusar, sebenarnya tidak menimbulkan masalah untuk kulit. Namun ada catatannya, yakni yang bersangkutan tidak memiliki kulit sensitif.

"Kalau yang kena alkohol itu kulit sensitif bisa menyebabkan iritasi seperti kulit menjadi kemerahan,"  kata dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar.

Baca juga: Demam Dikira Flu Biasa, Ternyata Pria Ini 'Digerogoti' Bakteri Pemakan Daging

(vit/vit)